Khutbah Jumat : Cara Menjaga Iman di Akhir Zaman
Khutbah Jumat
Menjaga Iman di Tengah Ujian Zaman
Menjaga salat, menata kehidupan dunia, dan memperbanyak zikir sebagai bekal menuju akhirat.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ، وَهَدَانَا إِلَى صِرَاطِهِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَأَمَرَنَا بِالطَّاعَةِ وَالِاسْتِقَامَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْغَفْلَةِ وَالْمَعْصِيَةِ.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَنَا وَرَزَقَنَا، وَهَدَانَا وَعَلَّمَنَا، وَبِفَضْلِهِ وَرَحْمَتِهِ أَحْيَانَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ وَلَا رَسُوْلَ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَخَابَ الْغَافِلُوْنَ، وَنَدِمَ الْمُفَرِّطُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Marilah kita menjaga iman sebelum datang kematian, memperbanyak amal sebelum datang penyesalan, dan mempersiapkan bekal sebelum tiba perjalanan menuju kehidupan yang kekal dan abadi.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita hidup pada zaman yang penuh dengan ujian. Kehidupan semakin modern, teknologi semakin canggih, kebutuhan semakin banyak, dan persaingan dunia semakin keras. Banyak orang sibuk mengejar harta, mengejar jabatan, mengejar kedudukan, dan mengejar kehormatan.
Namun, di tengah kesibukan itu, ada satu hal yang terkadang kita lupakan: bagaimana keadaan iman kita di hadapan Allah SWT?
Kita begitu khawatir ketika penghasilan berkurang, tetapi terkadang tidak khawatir ketika salat mulai ditinggalkan. Kita begitu takut ketika kehilangan harta, tetapi tidak selalu takut ketika kehilangan kedekatan dengan Allah. Kita sibuk memikirkan masa depan anak-anak kita di dunia, tetapi terkadang lupa memikirkan keselamatan mereka di akhirat.
Padahal, apa artinya harta yang melimpah jika hati jauh dari Allah? Apa artinya rumah yang megah jika penghuninya melupakan salat? Dan apa artinya panjang umur jika umur tersebut tidak digunakan untuk memperbanyak amal saleh?
Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan seorang mukmin bukan hanya tentang hari ini, bukan hanya tentang kebutuhan keluarga, dan bukan hanya tentang masa depan di dunia. Kita juga harus memikirkan hari esok yang sesungguhnya, yaitu hari ketika kita berdiri di hadapan Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita.
Lalu, bagaimana cara menjaga iman di tengah berbagai ujian zaman ini?
Pertama: Jagalah salat, jangan sampai salat meninggalkan kita
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Salat adalah tiang agama dan salah satu amal yang sangat agung dalam Islam. Salat bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, melainkan hubungan antara seorang hamba dengan Rabb-nya.
Ketika kita menghadapi persoalan hidup, salat menjadi tempat kita memohon pertolongan. Ketika hati gelisah, salat menjadi jalan untuk kembali mengingat Allah. Ketika dunia membuat kita lelah, salat mengingatkan bahwa kita memiliki Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Menolong.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Namun, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah salat kita jaga dengan sungguh-sungguh? Sudahkah kita menunaikan salat lima waktu tepat pada waktunya? Sudahkah kita mengajak istri, suami, dan anak-anak kita untuk menjaga salat?
Jangan sampai kita begitu disiplin berangkat bekerja, tetapi lalai memenuhi panggilan Allah. Jangan sampai kita mampu meluangkan waktu untuk urusan dunia, tetapi merasa berat ketika harus berdiri menghadap-Nya.
Terlebih bagi kita yang telah memasuki usia dewasa dan lanjut usia, hendaknya semakin bertambah umur, semakin bertambah pula kesungguhan kita dalam beribadah. Kita tidak mengetahui berapa lama lagi kesempatan hidup yang Allah berikan.
Jangan menunggu tua untuk rajin ke masjid. Jangan menunggu sakit untuk memperbanyak ibadah. Jangan menunggu ajal mendekat untuk bertobat.
Selagi masih diberi napas, jagalah salat. Selagi masih diberi umur, perbaikilah ibadah. Selagi masih diberi kesempatan, dekatkanlah diri kepada Allah.
Kedua: Jangan hanya mengejar dunia, persiapkan bekal akhirat
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Islam tidak melarang kita bekerja, mencari nafkah, membangun rumah, memiliki kendaraan, ataupun berusaha menjadi orang yang berkecukupan. Bahkan, mencari rezeki yang halal dan menunaikan tanggung jawab terhadap keluarga merupakan perkara yang mulia.
Akan tetapi, yang harus kita waspadai adalah ketika dunia memenuhi seluruh pikiran kita hingga akhirat terlupakan.
Kita bekerja dari pagi hingga malam. Kita mengumpulkan harta sedikit demi sedikit. Kita berjuang agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Semua itu penting. Namun, jangan sampai kita berhasil membangun kehidupan dunia, tetapi lalai membangun kehidupan akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Munafiqun ayat 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.”
Perhatikanlah, jamaah sekalian. Allah tidak menyuruh kita meninggalkan keluarga dan harta. Allah memperingatkan agar harta dan keluarga tidak membuat kita lalai dari mengingat-Nya.
Bagi kita yang menjadi orang tua, tugas kita bukan hanya mewariskan rumah dan harta kepada anak-anak. Kita juga harus mewariskan iman, akhlak, kebiasaan salat, kecintaan kepada Al-Qur'an, dan keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar.
Sebab, ketika kita meninggal dunia, harta yang kita kumpulkan akan ditinggalkan. Rumah yang kita bangun akan ditempati orang lain. Jabatan yang kita banggakan akan digantikan orang lain. Namun, amal saleh yang kita kerjakan dengan ikhlas, itulah yang kita harapkan menjadi bekal di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Muslim:
«يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ»
Artinya: “Ada tiga hal yang mengiringi jenazah: keluarga, harta, dan amalnya. Dua hal kembali, sedangkan satu tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya.” (HR. Muslim, no. 2960)
Karena itu, mari kita mencari dunia dengan cara yang halal, tetapi jangan sampai melupakan akhirat. Gunakan harta untuk menafkahi keluarga, membantu orang yang membutuhkan, bersedekah, dan mendukung kebaikan. Gunakan umur untuk beribadah. Gunakan ilmu untuk memberi manfaat.
Jangan hanya bertanya, “Berapa banyak harta yang sudah saya kumpulkan?”
Mulailah bertanya, “Sudah berapa banyak amal yang saya persiapkan untuk menghadap Allah?”
Ketiga: Perbanyak zikir agar hati tidak dikuasai kelalaian
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara cara menjaga iman adalah membiasakan diri berzikir kepada Allah SWT.
Kita hidup di tengah berbagai kesibukan. Pikiran kita dipenuhi urusan pekerjaan, kebutuhan rumah tangga, berita, media sosial, dan berbagai persoalan kehidupan. Jika tidak berhati-hati, hati kita akan semakin sibuk dengan dunia hingga lupa kepada Allah.
Karena itu, zikir harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika berada di masjid atau setelah salat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:
أَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ketika bangun tidur, ingatlah Allah. Ketika selesai salat, berzikirlah. Ketika bekerja, ucapkanlah kalimat yang baik. Ketika memperoleh rezeki, bersyukurlah. Ketika menghadapi kesulitan, beristigfarlah dan mohonlah pertolongan-Nya.
Basahilah lisan kita dengan ucapan subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan Allahu akbar. Perbanyak istigfar, selawat, serta doa kepada Allah.
Namun, ingatlah bahwa zikir bukan sekadar ucapan lisan. Zikir juga harus tercermin dalam perilaku. Orang yang mengingat Allah hendaknya menjaga lisannya dari dusta, menjaga tangannya dari kezaliman, menjaga pandangannya dari yang haram, serta menjaga hatinya dari kesombongan dan kedengkian.
Jangan sampai lisan kita berzikir, tetapi tangan kita menyakiti orang lain. Jangan sampai kita rajin membaca tasbih, tetapi masih gemar memfitnah dan membuka aib sesama. Jangan sampai kita mengaku mencintai Allah, tetapi sengaja melanggar perintah-Nya.
Marilah kita jadikan zikir sebagai pengingat agar kita selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim:
«بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ»
Artinya: “Bersegeralah melakukan amal-amal saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita.” (HR. Muslim, no. 118)
Hadis ini mengingatkan kita agar tidak menunda-nunda amal saleh. Ketika masih sehat, beramallah. Ketika masih lapang, bersedekahlah. Ketika masih memiliki kesempatan, perbaikilah diri. Sebab, kita tidak mengetahui ujian apa yang akan datang dan kapan kesempatan itu berakhir.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita pulang dari masjid ini dengan membawa tiga tekad.
Pertama, kita akan menjaga salat lima waktu dan berusaha menunaikannya dengan sebaik-baiknya.
Kedua, kita akan bekerja dan mencari rezeki dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak membiarkan dunia melalaikan kita dari akhirat.
Ketiga, kita akan membiasakan zikir, memperbanyak istigfar, dan menjaga hati agar selalu terhubung dengan Allah SWT.
Jangan menunggu dunia menjadi tenang untuk memperbaiki iman, sebab ujian akan selalu ada. Jangan menunggu semua urusan selesai untuk beribadah, sebab urusan dunia tidak pernah benar-benar selesai.
Perbaikilah hubungan kita dengan Allah mulai hari ini. Perbaikilah salat kita mulai sekarang. Ajaklah keluarga kita mendekat kepada-Nya. Semoga ketika ajal datang, kita tidak sedang jauh dari Allah, tetapi berada dalam keadaan beriman, bertobat, dan berharap akan rahmat-Nya.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ،
اِعْلَمُوا أَنَّ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا دَارُ فَنَاءٍ، وَأَنَّ الْآخِرَةَ دَارُ بَقَاءٍ، فَتَزَوَّدُوا مِنْ أَعْمَارِكُمْ لِآخِرَتِكُمْ، وَمِنْ صِحَّتِكُمْ لِمَرَضِكُمْ، وَمِنْ حَيَاتِكُمْ لِمَوْتِكُمْ.
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ اللّٰهِ، وَاسْتَغْفِرُوهُ وَتُوْبُوا إِلَيْهِ، وَلَا تَجْعَلُوا الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّكُمْ، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِكُمْ، بَلِ اجْعَلُوا طَاعَةَ اللّٰهِ وَرِضْوَانَهُ غَايَةَ أَمَلِكُمْ.
اللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَيَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا صَادِقًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا.
اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا، وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا، وَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا، وَتَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَأَحْسِنْ خَاتِمَتَنَا.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا، وَاجْعَلْ بُيُوْتَنَا بُيُوْتَ إِيْمَانٍ وَتَقْوَى وَصَلَاحٍ.
اللّٰهُمَّ احْفَظْنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَعِذْنَا مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ، وَارْزُقْنَا الثَّبَاتَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Komentar
Posting Komentar