Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Cara Pendaftaran siswa Baru MAN 1 Model Lubuklinggau

MAN 1 Lubuklinggau Mulai Menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMP), Pendaftaran PPDB Jalur PMP di mulai tanggl 21 s.d. 29 April 2017.

Untuk Info selengkapnya bisa langsung ke web resmi MAN 1 Model Lubuklinggau diabwah ini:

Semangat Menghafal AlQuran siswa MAN 1 Model Lubuklinggau

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas XII MAN 1 Lubuklinggau telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, akan tetapi siswa kelas XII masih tetap datang ke sekolah untuk menyetorkan hafalan AL-Qur`an kepada guru pembimbingnya.


Seperti yang nampak di ruang Guru, Selasa (18/4) beberapa siswa sedang menyetorkan hafalannya kepada salah satu guru pembimbing, seperti layaknya siswa pada umumnya siswa-siswa tersebut antri menghadap guru pembimbing untuk setoran hafalan Al-Qur`an.

Ketika dijumpai Tim Jurnalis siswa tersebut dengan sambil tersenyum mengungkapkan bahwa mereka tetap datang untuk menyetor hafalan meski tidak lagi aktif sekolah karena sudah mengikuti UN, "alhamdulillah kami masih berkesempatan untuk menghafal Al-Qur`an sudah tugas kami untuk mendukung terbentuknya Rumah Tahfiz di Madrasah tercinta ini", kata salah satu siswa yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Lebih lanjut siswa tersebut mengungkapkan hafalan Al-Qur`an sangat baik dan banyak pahalanya, "hafalan kami ini untuk tabungan kami nantinya, kami akan tetap menghafal Al-Qur`an meski kami sudah tamat dari MAN 1 Lubuklinggau ini", pungkasnya. (ddy).
.
Tulisan diatas saya ambil dari web man 1 Model Lubuklinggau..
saya sebagai orang yang mencintai Alquran secara pribadi sangat mengapresiasi kepada siswa atau anak muda yang semangat dalam menghafal Alquran dalam keadaan dan situasi apapun..
terbukti bahwa walaupun itu bukan meruapakan tuntutan dari sekolah.. siswa tersebut masih semangat menghafal dan menyetor setorannya kepada guru pembimbingnya..
.
dibawah ini sebagaian dari hasil kartu setoran hafalan siswa MAN 1 Lubuklinggau Tahun ajaran 2016/2017


Cara mendapatkan Keberkahan Waktu dalam Hidup

Lihat pintarnya setan meniupkan alasan ketika kita hendak dekat pada ilmu Allah, dan ketika untuk urusan dunia alasan itu entah hilang kemana. Apakah kita orang sibuk?

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama lainnya. Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan:  
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah.”  


Dan muridnya pun melakukannya. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari, dan urusannya semakin mudah. Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an. Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya. Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.

Sebaliknya, waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia yang terserak, bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada yang salah dalam hidup kita.

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.  
(Hadits Riwayat Muslim)

“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit.”

Bangunan yang akan Masuk Syurga

Masjid adalah tempat yang sangat istimewa dan dicintai oleh Allah di muka bumi ini. Masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai keutamaan masjid dan peran pentingnya dalam kehidupan umat Islam:

Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai keutamaan masjid dan peran pentingnya dalam kehidupan umat Islam, dilengkapi dengan dalil dari Al-Qur'an dan hadis:

1. Masjid sebagai Tempat yang Dicintai oleh Allah
   - Masjid adalah rumah Allah (Baitullah) di bumi, tempat di mana umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah, terutama shalat lima waktu, shalat Jumat, dan shalat Tarawih pada bulan Ramadan.
   - Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sebaik-baiknya tempat di muka bumi ini adalah masjid. Hal ini menunjukkan betapa besar kecintaan Allah terhadap masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.
   - Dalil dari hadis:
    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَحَبُّ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا" 
    "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: 'Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.'" (HR. Muslim)


2. Masjid sebagai Bangunan yang Kelak Akan Masuk Surga
   - Dalam keyakinan Islam, masjid memiliki keutamaan yang sangat tinggi sehingga kelak di akhirat, masjid akan masuk surga. Ini menggambarkan betapa mulianya fungsi dan peran masjid dalam kehidupan umat Islam.
   - Masjid bukan hanya sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual, tetapi juga sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu, menguatkan silaturahmi, dan membangun kebersamaan dalam kebaikan.

3. Peran Umat dalam Memakmurkan Masjid
   - Allah berfirman kepada masjid setelah masjid tersebut masuk surga, "Wahai rumah-Ku, adakah orang yang ingin engkau ajak masuk surga bersamamu?" Maka masjid menjawab, "Iya, mereka yang menyedekahkan hartanya untukku, dan mereka yang memakmurkanku."

Ini menunjukkan bahwa ada dua golongan orang yang mendapatkan keutamaan besar, yaitu:
     a.Orang yang Menyedekahkan Hartanya untuk Masjid: Mereka yang berinfak atau bersedekah untuk pembangunan, pemeliharaan, dan kegiatan masjid. Setiap harta yang disedekahkan untuk masjid akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang tersebut telah meninggal dunia.

     b. Orang yang Memakmurkan Masjid: Mereka yang secara aktif terlibat dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti shalat berjamaah, kajian ilmu, pengajian, dan kegiatan sosial lainnya. Mereka yang memakmurkan masjid akan mendapatkan keutamaan besar di sisi Allah karena masjid menjadi hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dalil dari Al-Qur'an:
    إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
    "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah: 18)

Dengan demikian, masjid memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Memakmurkan masjid dan berkontribusi untuk kemajuannya adalah amalan yang sangat dianjurkan. Setiap muslim diharapkan untuk mencintai masjid, menjadikannya sebagai pusat kehidupan spiritual, dan berusaha untuk selalu memakmurkannya dengan berbagai kegiatan positif yang mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

Kisah Hikmah; Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah. Biasanya setelah sholat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar mampu menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain jika diamalkan.


Kisah-kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Mulai dari kisah pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

Kisah Ajaib Pedagang Roti
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang " Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullah" dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad Bin Hambal sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan sholat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang sholat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Imam Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya.

Maka dari itu hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi SAW jikalau bersama istighfar ada kemudahan dari permasalahan yang mendera kita. 
Dan amalan pembuka pintu rezeki yang mujarab..

Banyak yang Tidak Tau; Ternyata Doa lain setelah membaca Alquran

DOA SETELAH MEMBACA AL QURAN

كَــلاَ مٌ قَدِ يمٌ لاَ يُمَلُّ سَمَــا عُـــهُ

Al Quran adalah Kalamullah yang Qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan

تَنَــزَّهَ عَن قَو لٍ وَفِعلٍ وَنِيَّــــةٍ 

Yang disucikan dari ucapan, perbuatan dan kehendak

بِهِ اَشتـَفِى مِن كُلِّ دَا ءٍ وَنُو رُهُ 

Dengan Al Quran itu, aku minta kesembuhan dari segala penyakit dan cahaya Al Quran

دَ لِيــلٌ لِقَلبِي عِندَ جَهــلِى وَحَيرَ تِى 

itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan

فَيَـا رَبِّ مَتِّعــنِي بِسِرِّ حُرُفِهِ 

Wahai Tuhanku, anugrahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al Quran

وَنَوِّر بِهِ قَلبِي وَسَمعِــى وَمُقلَــتِى 

dan berilah cahaya dihatiku pendengaran dan mataku berkat Al Quran

وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ

"Dan mudahkanlah bagiku, menghafalkannya, lalu mempelajarinya.."

بِجَاهِ النّبِى وَالْاٰلِ ثُمَّ الّصَّحَابَةِ

"Dengan kedudukan mulia Sang Nabi, Keluarga beliau, dan para Sahabat Sang Nabi.

Jangan bangga dulu dengan Rizki yang berlimpah tetapi Tidak ada taat di dalamnya

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.


Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah-perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'i.
10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ..

Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.


Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah untuk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ 
ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺴُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮِﺣُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣُﺒْﻠِﺴُﻮﻥَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

Semoga bermanfaat.

POLA PIKIR TERBALIK

Orang miskin:
Pak tolong dibuatkan parcel yg bagus dan mahal, karena itu akan saya hadiahkan utk boss saya".

Orang kaya raya
Pak tolong dibuatkan parcel yg paling murah, karena itu akan saya hadiahkan utk karyawan2 bawahan saya".

Pertanyaan menariknya adalah:
* Siapa yg lebih miskin ?
* Siapa yg lebih kaya ?
* Siapa yg lebih baik ?

Saya rasa jawabannya tdk usah dibahas lagi.

Begitulah kita sebagai manusia, terkadang berpikirnya sering terbalik-balik. 
Kepada orang yg seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.

Kepada orang yg berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.

Kepada orang lemah/bawah yg seharusnya kita berlemah-lembut kepadanya, justru kita jadi sangat kasar dan jahat dlm ucap maupun sikap.

Kepada orang yg sepantasnya kita tegur, karna kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.

Kepada orang yg setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yg 'wah' dan melimpah.

Tetapi kepada orang yg hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa, yg kita sendiri sudah tidak mau.

Begitulah kebanyakan manusia sering berpikir terbalik-balik.

Saya jadi teringat dengan pesan hati:
"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yg tidak memberi keuntungan apapun kepadanya"

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yg "terbalik", dan selalu memperbaiki diri.