Postingan

Menampilkan postingan dengan label FikriAlmabrur

Khutbah Jumat; Keutamaan Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan

 ألْحَمْدُلِلّهِ الّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شهر مبارك. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ مَنْ قَالَ رَبِّيَ اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ انبياء. اللهمّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدِ وعَلى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ, فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الََّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Marilah pada saat yang berbahagia ini, kita semua, untuk bersama-sama berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. yakni dengan senantiasa bersungguh-sungguh dan sekaligus melaksanakan dengan sebaik-baiknya apa yang menjadi perintah Allah SWT dan berusaha meninggalkan apa yang menjadi larangan Allah SWT, sehingga kelak kita termasuk kedalam golongan hamba-hambaNya yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat kelak, amin-amin ya rabbal ‘alamin.


Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Tak terasa perputaran waktu begitu cepat, hari ini umat muslimin telah memasuki hari 26 di bulan suci ramadhan, oleh sebab itu sangatlah rugi jika melewatkan ramadan ini berlalu begitu saja. Apalagia jika dibarengin dengan tafakkur bahwa hidup di dunia hanya sekali dan belum tentu ramadan akan datang kita masi bisa menghela nafas, bole jadi tubuh yang ini sudah habis dimakan cacing dan rata dengan tanah.

Oleh sebab itu marilah kita untuk menggunakan akhir-akhir ramadan ini sebagai momen emas untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana telah masyhur bahwa 10 terahir ramadan memiliki keistimewaan-keistimewan di antaranya adanya “Lailatur Qodri, Dimana Malam Ini Lebih Baik Dari Seribu Bulan’’. 
Dalam sebuah hadist rosul bersabda: Dari Aisyah r.a., ia menceritakan tentang keadaan Nabi Saw ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, “Beliau jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupakn malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari).’’

Kaum Muslimin Yang dirahmati oleh Allah SWT.
Bulan suci ramadan merupakan bulan yang dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad SAW, berbahagialah kita, karena telah menjadi umat dan pengikut Nabi Muhammad SAW. Janganlah menyiakan-nyiakan bulan suci ini, jangan membiarkan bulan yang penuh rahmah ini terlewatkan begitu saja, marilah menyibukkan diri dengan mengisinya dengan kebaikan-kebaikan dan berbagai ibadah yang bisa mendekatkan kita kepadaNya. Selain puasa yang dilakukan, masih banyak ibadah-ibadah lain yang bisa kita lakukan misalnya memperbanyak membaca Al-quran.

Berkaitan dengan kebiasaan dan amalan-amalan di bulan suci ramadan ini, terutama jika kita perhatikan dimasyarakat seakan-akan jika bulan suci ramadan tibah, maka masyarakat berlomba-lomba membaca al-quran, dimasjid-masjid, mushollah dan bahkan dirumah dan dikantor, sering kita lihat orang yang sibuk membaca Alquran. Alangkah indahnya jika kebiasaan ibadah baca al-quran ini  tetap dipertahankan dan ditingkatkan bahkan dibulan-bulan yang lain selain romadhan. Kerena begitu banyak hikmah dan keutaman-keutamaan membaca al-quran.

Kaum Muslimin Yang dirahmati oleh Allah SWT.
Pertama; Mendapatkan Ketengan Jiwa, di mana setiap ayat Alquran yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra ayat 82, :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya:’’ Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. ‘’
Bahkan menurut tafsir Ibnu Kasir, bahwa kata syifa ini, diartikan bahwa dengan membaca al-quran hati akan menjadi tentram, dikarenakan membaca al-quran bisa menghilangkan rasa ragu dan sifat munafik pada diri seorang muslim. Ketenangan itu bisa kita rasakan, saat kita menyimak Al-quran dengan khusuk, dan sering juga kita lihat banyak orang yang meneteskan air mata kerena merasa dan bahagia mendengarkan lantunan-lantunan ayat suci Alquran dibacakan

Kaum Muslimin Yang dirahmati oleh Allah SWT.
Kedua; Orang Yang Mendengarkan Bisa Mendapatkan Rahmat Dari Allah. 
Jika ada salah seorang dari kaum muslimin yang senang membaca al-quran, maka bagi orang yang mendengarkan sebaiknya mendengarkannya dengan baik, tenang agar mendapat rahmat dan pahala dari Allah SWT. Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yang mendengarkan bacaannya mendapat pula ketenangan jiwa. Sebagaimaa firman Allah SWT di dalam Alquran:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinnya”: Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat’’ . QS. Al-A’raf Ayat 204.

Maksud ayat ini adalah jika dibacakan Al Quran kita wajib mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Dengan menyimak bacaan Quran, maka pahala yang kita dapatkan sama dengan pahala yang membacanya.

Ketiga; Memabaca Al-quran, 1 huruf mendapat 10 Pahala.
Sungguh luar biasa, selain menjadi petujuk untuk seluruh umat manusia juga menjadi pahala bagi orang mukmin yang membacanya. Hal ini telah dijelaskan hadis yang termaktub diberbagai kitab-kitab hadits, bahwa Rosul SAW bersabda;
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
 “"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka ia akan mendapat pahala satu kebaikan, satu kebaikan sama dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan 'Alif Laam Miin' adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (Tirmidzi)’’.

Bahkan diriwayat yang lain, Allah SWT melipatgandakan pahala kebaikan yang dilakukan setiap manusia di bulan ramadhan hingga 700 kali lipat.
Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan imam Muslim. yang artinya; “Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat. Allah Swt. berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

Itulah sebagahagian kecil keutamaan-keutamaan membaca al-quran, maka marilah menggunakan momen ramadan kali ini untuk memperbanyak membaca al-quran, dan alangkah baiknya jika dibarengin renungan terhadap makna-makna ayat al-quran tersebut. Dengan demikian  tujuan diturunkannya ayat terbsebut akan tercapai, sehingga kita bisa mengamalkannya dan kita tercatat sebagai orang yang bertaqwa disisi Allah SWT sesuai dengan kurikulam dan tujuan kita puasa dan beribadah di bulan Ramadhan ini.

Kaum Muslimin Yang dirahmati oleh Allah SWT.
Demikianlah khutbah singkat kita pada siang hari ini, mudah-mudahan Allah SWT selalu membimbing kita untuk selalu melaksanakan ibadah kepadaNya, terlebih lagi timbul rasa cinta dan ingin selalu mendekatkan diri kita kepadanNya, dengan selalu berinteraksi dengan kalamNya yakni Al-quran. Dan juga kita berharap, semoga Ramadhan kali ini, menjadi momentum mendekatkan diri kita kepadaNya hingga akhir hayat kelak. Aamiin ya Robbal Allamiin.

باَرَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى القُرآنِ الكَرِيْم ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا ِفيْهِ مِنْ الآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْم ، وَتَقَبَّل مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا ، وَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ ، وَلِسَائِرِ المسْلِمِيْنَ وَ المسْلِمَات ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ ، إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْما
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراحمين
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ، َبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ،رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


Cara mendapatkan Keberkahan Waktu dalam Hidup

Lihat pintarnya setan meniupkan alasan ketika kita hendak dekat pada ilmu Allah, dan ketika untuk urusan dunia alasan itu entah hilang kemana. Apakah kita orang sibuk?

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama lainnya. Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan:  
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah.”  


Dan muridnya pun melakukannya. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari, dan urusannya semakin mudah. Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an. Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya. Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.

Sebaliknya, waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia yang terserak, bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada yang salah dalam hidup kita.

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.  
(Hadits Riwayat Muslim)

“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit.”

Khutbah Jumat:Empat Golongan Manusia

Dalam salah satu wasiatnya sebagaimana dinukil oleh Syikh Nawawi Al-Bantani dalam Nashaihul Ibad, Sayyidul Auliya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pernah berpendapat bahwa tipe manusia dapat dibagi dalam empat kelompok besar:


Pertama,
رَجُلٌ لاَ لِسَانَ لَهُ وَلاَ قَلْبَ وَهُوَ العَاصِى العَبِيّ
Yaitu kelompok manusia yang tidak berlidah dan tidak berhati merekalah para pendurhaka kepada Allah. Maka janganlah kita

Makna Taqwa yang jarang diungkapkan

Kalimat ini sering sekali kita dengar, apalagi kaum adam yang setiap jumatnya melaksanakan sholat jumat, khotib diawal khutbahnya selalu menyampaikan makna taqwa, kerena berwasiat dan mengingatkan akan ketaqwaan merupakan salah satu rukun khutbah.


Kalimat taqwa ini berasal dari bahasa Arab yang memiliki ari takut; bisa kita lihat dalam sebuah hadits yang berbunyi: 
اتقوا فراسة المؤمنين فانه ينظروا بنور الله
yang artinya takutlah kamu dengan firasat orang mukmin, kerena dia melihat dengan cahaya Allah

Makna Takut ini biasanya kita mengartikannya bahwa kita harus menjauh, misalnya kita takut dengan binatang buas (harimau, ular, dll) biasanya kita menjauh dan menghindar dari binatan tersebut. lalu bagaimana jika kita takut kepada Allah SWT. apakah kita mesti menjauh?

Takut kepada Allah SWT berbeda dengan kita takut kepada makhluk, kerena dengan adanya rasa takut maka kita harus selalu mendekat kepadaNya. yang mesti kita takutkan kepada Allah adalah azab dan siksanya. kerena tidak ada seorang manusiapun yang bisa menghindar dari ketentuan Allah SWT.

Takut dengan Azab Allah maka kita harus mendekat kepadaNya
Takut dengan Neraka maka kita harus mendekat kepadaNya
Takut dengan Siksa dan janji-janji Allah maka kita juga harus mendekat kepadaNya

Semoga saja di dalam hati kita selalu ditanamkan rasa takut kepada Allah SWT, dengan rasa takut tersebut kita bisa selalu mendekatkan diri kepadaNya, sehingga kita banyak melakukan segala yang Allah perintahkan dan menjauhi yang dilarang oleh Allah SWT. aamiin

Wallauhu Alam
Kamis Pagi 07 Januari 2016


Tanda-tanda orang yang Membicarakan aib sendiri

Apakah ada orang yang membiracakan aibnya sendiri dan mengakui kesalahan tanpa ada maksud dan tujuan?
Silakan dijawab dalam benak masing-masing. Kerena pada tabiatnya manusia itu tidak ada yg mau disalahkan ataupun dicaci, walaupun sebenarnya dia sendiri mengakui bahwa dia mempunyai kesalahannya dan kekurangan.


Nah, pernah kan kita menemukan orang yang membicarakan aib nya sendiri?
Diceritakan bahwa ada seseorang yg sangat benci kepada temannya, sehingga dengan kebencian itu setiap dia  berjumpa dengan orang lain selalu yang dia bicarakan adalah kejelekan temannya yang dia benci, bukan hanya itu, tapi dia juga mulai mennghasud orang lain supaya orang lain menjauh dari orang yg dia benci tersebut.

Pendek cerita, lama kelamaan dia sendiri yang dijauhkan oleh teman-temannya,  kerena kebiasaannya yg membicarakan aib orang lain, banyak orang curiga jangan2 suatu saat aib dia juga yang menjadi korban gunjingannya.

Jika kita perhatikan ternyata orang yang membicarakan aib orang lain itu, sebenarnya dia sedang membicarakan aibnya sendiri. Sering kita jumpa, orang yang bilang orang lain sombong, ternyata dirinya yang sombong. Bilang orang lain dengki padahal dirinya yang dengki, dst

Semoga saja kita dijauhkan oleh Allah dari sifat-sifat yang tercela, apalagi sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Dan kita berharap semoga Allah menyibukkan kita untuk selalu mengingatNya. Aamiin

Wallau 'alam
Selasa siang 05 januari 2016

3 Manfaat Liburan yang Positif: Menyegarkan Pikiran, Mempererat Silaturahmi dan Keharmonisan Keluarga

Hari libur merupakan waktu yang selalu dinantikan oleh banyak orang. Setelah menjalani rutinitas pekerjaan, sekolah, kuliah, maupun aktivitas lainnya, liburan menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dan mengembalikan semangat.

Liburan sering kali dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan, seperti jalan-jalan bersama keluarga, rekreasi, mengunjungi tempat wisata, bersilaturahmi kepada saudara, atau sekadar berkumpul bersama orang-orang terdekat.

Namun, tahukah kita bahwa manfaat liburan bukan hanya untuk bersenang-senang? Jika dimanfaatkan dengan baik, waktu liburan dapat memberikan banyak manfaat positif bagi diri sendiri, keluarga, maupun hubungan sosial.

Ada beberapa manfaat liburan yang dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengembalikan Semangat dan Motivasi Kerja

Salah satu manfaat liburan yang paling terasa adalah membantu mengembalikan semangat setelah menjalani rutinitas yang padat.

Aktivitas pekerjaan yang dilakukan terus-menerus terkadang membuat tubuh dan pikiran merasa lelah. Karena itu, waktu istirahat sangat diperlukan agar kita dapat kembali menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih segar.

Liburan dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Ibarat sebuah telepon genggam yang digunakan terus-menerus, baterainya akan semakin berkurang dan pada akhirnya perlu diisi kembali. Begitu pula dengan manusia. Setelah menjalani berbagai aktivitas, kita membutuhkan waktu untuk beristirahat agar energi dan semangat dapat kembali.

Dengan demikian, setelah liburan selesai, kita dapat kembali bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas dengan semangat dan motivasi yang lebih baik.

2. Mempererat Silaturahmi dengan Keluarga dan Sahabat

Manfaat liburan berikutnya adalah dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi.

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat seseorang tidak memiliki cukup waktu untuk berbincang dengan keluarga, sahabat, teman kerja, maupun saudara. Bahkan, orang yang setiap hari bertemu di tempat kerja belum tentu memiliki kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih dekat.

Waktu liburan dapat menjadi kesempatan untuk kembali membangun komunikasi tersebut.

Liburan bersama keluarga besar, teman, maupun rekan kerja dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan hangat. Dalam suasana seperti itu, komunikasi biasanya menjadi lebih terbuka sehingga hubungan yang sebelumnya terasa renggang dapat kembali dekat.

Kegiatan sederhana seperti makan bersama, berjalan-jalan, berbincang, atau mengunjungi saudara dapat memberikan kenangan yang berharga.

Karena itu, liburan bersama keluarga bukan hanya tentang mengunjungi tempat wisata, tetapi juga tentang menyediakan waktu berkualitas untuk orang-orang yang kita sayangi.

3. Meningkatkan Keharmonisan dan Semangat Kekeluargaan

Liburan juga memiliki manfaat dalam meningkatkan keharmonisan keluarga.

Ketika orang tua, anak, kakek, nenek, dan anggota keluarga lainnya berkumpul dalam suasana yang menyenangkan, akan muncul rasa kebersamaan yang lebih kuat.

Anak dapat menikmati waktu bersama orang tua. Orang tua dapat lebih dekat dengan anak-anaknya. Begitu pula dengan anggota keluarga lainnya yang mungkin selama ini jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Momen seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian kepada keluarga.

Keharmonisan keluarga tidak selalu dibangun melalui sesuatu yang besar. Terkadang, waktu bersama keluarga, percakapan sederhana, makan bersama, dan tertawa bersama justru menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang penuh kasih sayang.

Jika kebersamaan seperti ini terus dijaga, insyaallah hubungan antaranggota keluarga akan semakin erat.

Liburan Tidak Harus Mahal

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa liburan harus dilakukan dengan pergi ke tempat wisata yang jauh dan mengeluarkan banyak biaya. Padahal, hakikat liburan tidak selalu demikian.

Liburan sederhana di rumah, berkumpul bersama keluarga, mengunjungi saudara, pergi ke tempat yang dekat, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta juga dapat memberikan manfaat yang besar.

Yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu liburan secara positif.

Jangan sampai waktu libur justru digunakan untuk kegiatan yang tidak memberikan manfaat. Sebaliknya, jadikan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk beristirahat, memperbaiki hubungan dengan keluarga, mempererat silaturahmi, dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas berikutnya.

Jadikan Liburan sebagai Waktu yang Bermakna

Pada akhirnya, liburan bukan hanya tentang pergi ke suatu tempat. Liburan adalah kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan memberikan ruang bagi tubuh, pikiran, serta hubungan sosial untuk mendapatkan kembali keseimbangannya.

Ada banyak cara untuk mendapatkan manfaat liburan, mulai dari berwisata bersama keluarga, mengunjungi saudara, bersilaturahmi dengan teman, hingga melakukan kegiatan sederhana yang menyenangkan.

Semoga setiap waktu liburan yang kita jalani dapat memberikan manfaat positif bagi diri kita dan keluarga.

Semoga setelah liburan, kita mendapatkan semangat baru untuk kembali bekerja, belajar, beribadah, dan menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih baik.

Manfaatkan waktu liburan dengan sebaik-baiknya, karena kebersamaan yang sederhana hari ini bisa menjadi kenangan berharga di kemudian hari.

Aamiin.

Makna Iman kepada Allah SWT

Beriman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama,  jika kita mengaku beragama Islam sudah sepatutnya kita beriman kepada Allah, jika kita tidak beriman kepada Allah berarti kita belum bisa dibilang sebagai seorang mukmin.

Iman dalam makan bahasa indonesia yakni percaya, percaya kepada Allah berati kita yakin betul bahwa dalam kehidupan ini semuanya Allah yang mengatur dan mengeksekusi. Jika masih ada keraguan dalam benak kita itu berarti iman kita perlu dipertanyakan.

Kita percaya betul klu Allah itu samiun ( maha mendengar) niscaya kita tidak akan pernah mengucapkan ucapan-ucapan kotor dan tidak bermanfaat, kita percaya jika Allah itu bashirun ( maha melihat) niscaya kita tidak akan pernah bertindak yg tidak sesuai aturan agama, misalnya mencuri, korupsi, bermaksiat, dll, kita percaya betul jika Allah itu aliimun ( maha mengetahui) niscaya kita tidak akan pernah menyeleweng baik itu tindakan maupun hati, semua nya kita pasrah kepada Allah.

Kita ambil contoh, jika kita percaya atasan kita, orang tua kita, guru kita, mengetahui semua yang kita perbuat, niscaya kita akan berprilaku yang sangat hati-hati, karena kita tidak mau apa yang kita lakukan mengecewakannya apalagi membuatnya marah dan murka. Begitu juga semestinya sikap kita kepada Allah SWT. kerana Allah itu maha mengetahui apa yg kita perbuat, apa yang kita ucapakan, apa yang kita niatkan dalam hati, semuanya Allah maha mengetahui, klu dalam hadist disebutkan sampai semut hitam di dalam laut yang hitam dan di lapisi oleh batu hitam sekalipun Allah maha mengetahui.

Itulah makna Iman kepada Allah,  sudah seharusnya kita berhati-hati dalam berperilaku jika kita yakin Alah itu ada, kita percaya Allah itu ada.

Semoga saja kita, khususnya saya pribadi bisa menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari, kerena  kita sangat berharap hidup kita di dunia ini punya makna di sisi Allah, sehingga apa yang kita perbuat bernilai ibadah dan mendapatkan ridho Allah SWT. AAMIIN...

Gaji dan Sholat


Berapa Gajimu sampai KAU berani tinggalkan Sholatmu
Kalimat yang sederhana tapi mempunyai makna yang sangat dalam... Nyesek bacanya, ya yak?? hehehe



ini merupakan tamparan keras buat kita yang sering melalaikan sholat. dengan alasan sibuk dan lagi tanggung mengerjakan pekerjaan, padahal Sholat itu panggilan Allah lho.... nah berarti mengabaikan Sholat kita telah mengabaikan Allah... nah lho... pasti kualat tho...

Alasan untuk Selalu Tilawah Alquran

Membaca Al Quran itu telah menjadi kebutuhan bagi setiap diri yang mengaku Muslim di muka bumi Allah ini. Sesibuk apa pun diri kita, membaca Al Quran tetap harus dikerjakan.
Mengapa? Di balik membaca Quran terdapat suatu nikmat yang akan dirasakan jika kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya.

Syarat diterimanya amal syariat

Ilustrasi syariat, hakikat, tarikat dan makrifat
Ibadah bukan hanya tentang banyaknya amal yang dikerjakan. Seorang Muslim juga perlu memperhatikan ilmu, niat, tata cara ibadah, adab, serta kehalalan hal-hal yang berkaitan dengannya. Tulisan ini merangkum enam poin muhasabah yang dicatat dari ceramah Guru Bakhiet dan dilengkapi dengan keterangan agar lebih mudah dipahami.

KEGIATAN YANG SIA-SIA

Ilustrasi refleksi aktivitas sehari-hari dan amal saleh
Setiap hari kita melakukan banyak aktivitas: bangun pagi, beribadah, belajar, bekerja, mengurus rumah, membantu keluarga, hingga beristirahat. Pertanyaannya bukan hanya seberapa sibuk kita, tetapi bagaimana aktivitas tersebut diarahkan kepada kebaikan dan dijalani dengan niat yang benar.

Indahnya Kebersamaan dalam Keluarga

Oleh: Fikri Almabrur
Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, kita memiliki keluarga yang begitu dekat dengan kehidupan kita, dari orang tua (ayah dan ibu), saudara, kemudian Istri /suami, dan anak. Semuanya adalah orang-orang dekat kita yang selalu memberikan kebahagiaan dalam hidup kita. Jika kita dalam masalah, mereka selalu datang untuk memberikan kita support (dorongan) supaya kita selalu bersemangat, dan jika kita dalam kebahagiaan mereka juga hadir ditengah-tengah kita untuk merasakan kebagiaan itu. Betapa Indahnya kebersamaan ini.

Allah SWT memberikan anugrah ini kepada setiap manusia, kerena kita tidak aka ada didunia ini tanpa kehadiaran mereka, oleh sebab itu, mari kita syukuri dan nikmati kersamaan kita dalam keluarga. 

Dalam kesibukan kita mencari nafkah, tidak jarang diantara kita melupakan kebersamaan dalam keluarga, sebetulnya ini adalah pilihan kita, tapi hal ini merupakan kesalahan, kerena yang kita cari di dunia ini bukan hanya materi yang bersifat fisik dan untuk pepentingan dunia saja, kita juga butuh hati yang tentram dan keluasan dalam berfikir, itu bisa kita dapatkan dari orang yang dekat dengan kita yakni keluarga. 

Dengan ketentaram dan kenyamanan dalam keluarga niscaya materi yang kita cari akan mudah kita dapatkan, kerena kita bekerja untuk mereka (keluarga) dan yang terpenting di dalamnya terdapat nilai Ibadah. Kerena mencari nafkah untuk keluarga itu merupakan jihad bagi seorang laki-laki.