Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasaruddin Umar

Prof Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil menteri agama (wamenag) RI, Prof Dr Nasaruddin Umar, dikukuhkan sebagai imam besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengukuhan itu dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (22/1), di Jakarta.

Manfaat Wudhu yang jarang kita Sadari

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels. 

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka. 

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudlu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.

Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).

Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya. 

Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.
Oleh: Prof Dr H Nasaruddin Umar

Ceramah KH Nasaruddin Umar: Koleksi Audio Kajian dan Hikmah Pagi

Ceramah KH Nasaruddin Umar dapat menjadi salah satu bahan untuk menambah wawasan keislaman melalui media audio. Bagi pembaca yang mencari rekaman kajian beliau, terdapat sebuah koleksi lama bertajuk Hikmah Pagi yang diarsipkan di Internet Archive.

Halaman ini tidak menyimpan file audio tersebut secara langsung. Tautan yang tersedia akan membawa Anda menuju halaman arsip tempat koleksi tersebut dapat diperiksa dan didengarkan.

Profil KH Nasaruddin Umar: Biografi, Pendidikan, Karya, dan Perjalanan Menjadi Menteri Agama

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. merupakan ulama, akademisi, dan cendekiawan Muslim Indonesia yang dikenal luas melalui pemikirannya dalam bidang Al-Qur'an, tafsir, gender, tasawuf, dialog antaragama, dan moderasi beragama.

Perjalanan beliau meliputi dunia pesantren, perguruan tinggi, dakwah, hingga pemerintahan. Setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama, pada tahun 2024 Nasaruddin Umar dipercaya menjadi Menteri Agama Republik Indonesia.

Beliau juga dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan memiliki perjalanan akademik yang panjang sebagai guru besar dalam bidang tafsir.