Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesehatan

Haramkah BPJS dalam pandangan Islam??

Info ini saya dapat dari Potingan Raehanul Bahraen yang bisa Anda lihat disini
Semoga Informasi ini bisa membawa Manfaat. aamiin....

Bismillah.
Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah.
Allahu a'lam, sejak dipublish BPJS Kesehatan 1 Januari 2014, permasalahan BPJS Kesehatan ana pelajari. Dan ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama:
  1. Seluruh warga negara Indonesia harus atau wajib ikut, ditargetkan 1 januari 2019 tidak ada lagi yang tidak mengikutinya. Termasuk kita semua yang ikut dalam milist ini. Mengenai bagaimana hal itu bisa terjadi, maka insya Allah akan kita lihat usaha-usaha yang akan dilakukan oleh pemerintah.
  2. BPJS adalah BUMN nirlaba/nonprofit/tidak mencari keuntungan, inilah yang tertera dalam peraturannya/undang-undangnya. Jadi sifatnya adalah sosial dan bekerjasama/bergotong royong mengatasi masalah kesehatan nasional. Masyarakat dilibatkan aktif dalam usaha untuk mewujudkan kesehatan nasional. Ini tentu berbeda dengan tujuan asuransi-asuransi lain yang ingin mencari keuntungan.
  3. Manfaat yang didapatkan sangat jelas, bahkan klaim bisa diajukan secepat mungkin setelah mendaftar. Ini menjadi dalil yang jelas bahwa tujuan dari BPJS menyehatkan masyarakat bukan untuk mencari keuntungan.
  4. Tidak menggunakan skema riba bagi pesertanya, karena uang yang dibayar akan hangus untuk peserta, meskipun hangus uang tersebut tersimpan di tabungan BPJS untuk membiayai kesehatan nasional. Saya tidak berbicara tentang BPJS Ketenaga kerjaan, kasusnya berbeda.
  5. Tidak ada unsur judi di dalamnya, karena semuanya tahu, BPJS ini untuk saling membantu. Yang tidak mendapatkan manfaat, maka dia terhitung bersedekah dan yang mendapatkan manfaat terhitung mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, silakan tanyakan ke costumer cervice (kode wilayah) 500400 untuk kejelasan masalah ini, insya Allah mereka akan mengatakan prinsip BPJS adalah gotong royong.
  6. BPJS sangat jelas alur klaimnya dan juga alur pemberian bantuannya. Tidak ada pembatasan nominal asuransi meskipun sakitnya berat. Sehingga tidak ada gharar di dalamnya. Paket-paketnya juga sangat jelas.
  7. Adanya denda maksimal 2 % perbulan bagi yang terlambat bayar, maka, Allahu a’lam tidak bisa dikategorikan riba, karena dia bukan hutang, tetapi iuran. Layaknya perkataan seseorang dalam akad, “Pemakaian selama bulan ini harganya adalah Rp 100 ribu. Apabila telat membayar dari tanggal 1, maka pemakaian untuk bulan depan harganya adalah Rp 110 ribu dan jika telat membayar dari tanggal 1 bulan depannya lagi, maka bulan depan harganya Rp 120 ribu.”
  8. Adanya kemungkinan dana tersebut akan diinvestasikan ke usaha yang tidak akan rugi, dengan bahasa lain “Deposito” atau “Saham yang menggunakan sistem riba”, 
  1. bagaimana ini?
    1. Allahu a’lam, hal ini bukan tujuan utama dari BPJS. Sehingga apabila ada pihak yang memanfaatkan dana BPJS untuk hal tersebut, maka tidak mempengaruhi hukum asalnya.
    1. Adanya kemungkinan dana ini dikorupsi, bagaimana ini?
    1. Ini juga bukan urusan kita.
    1. Mengapa harus diwajibkan?
    1. Allahu a’lam. Kewajiban tersebut untuk orang yang mampu. Adapun yang tidak mampu, maka akan ditalangi oleh pemerintah. Sangat jelas, sudah diberikan solusi oleh pemerintah.
    1. Haruskah kita ikut?
    1. Allahu a’lam. Berdasarkan keputusan pemerintah hukumnya adalah wajib. Berarti ini adalah perintah dari waliyul-amri. Dan selama tidak mengandung dosa, maka harus kita taati. Dan maslahatnya sangat besar.
  1.  Samakah dia dengan sistem pajak?
  1. Tergantung dari sudut apa memandangnya.
  1. Sebagian ustadz meragukannya atau mengharamkannya?

  1. Yang jelas, perbedaan terjadi karena ada perbedaan sudut pandang dan bagaimana menggambarkan masalah.
Taruhlah hukumnya haram, yang mengatakan haram, insya Allah akan bergabung juga dengan BPJS, karena tanggal 1 Januari 2019 diprediksikan seluruh masyarakat indonesia akan mengikutinya. Kok bisa? Allahu a’lam, itulah target atau janji pemerintah.

Dan saya prediksikan sebagian besar surat-menyurat ke pemerintahan tidak akan bisa diproses kecuali telah memiliki kartu BPJS. Ini merupakan kesusahan dan mengharuskan untuk memiliki kartu BPJS.

Setelah memiliki kartu BPJS, kemudian ada seseorang yang mengalami kecelakaan parah atau sakit parah dan tidak memiliki biaya sama sekali. Fatwa akan beralih kepada pembolehan penggunaan manfaat BPJS tersebut bukan, karena dharurat atau hajah yang sangat?

Demikian beberapa pertimbangan untuk semua. “Agama dibangun di atas kemudahan, Di setiap perkara kemudahan menggantikan kesusahan.”
Allahu a’lam. Ini pendapat pribadi. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi.
Walhamdulillah.

Cara berhenti dari Kebiasaan Merokok

Ingin berhenti dari kebiasaan merokok? Ikuti trik ini dan biarkan kebiasaan buruk tersebut sirna. 
Apakah keinginan Anda untuk berhenti merokok cukup besar, namun belum pernah 100 persen terwujud karena cara yang dilakukan selalu saja gagal? Tak perlu depresi menghadapinya. Dengan langkah yang tepat seperti di bawah ini, keinginan Anda untuk keluar dari jerat yang tak menyehatkan itu pun akan segera terealiasasi. Berikut langkah-langkahnya, seperti dirilis Health Me Up.

Tuliskan niat Anda
Buatlah daftar semua alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok. Tuliskan dalam buku catatan dan biarkan tulisan tersebut akan mengubah hidup Anda ke depannya, misalnya Anda tidak akan lagi berurusan dengan pengaturan dengan anak-anak Anda, atau tidak lagi harus berurusan dengan pasangan Anda yang mengeluh tentang asap Anda yang menempel di pakaian. Tuliskan semua keinginan tersebut dan kemudian bacalah setiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok.

Pahami alasan mengapa Anda merokok
Banyak orang merasakan bahwa dengan merokok, dirinya akan merasa lebih baik. Padahal peran antidepresi dalam merokok hanya akan memberikan kontrol yang menenangkan sesaat. Jadi, meskipun nyatanya Anda ingin berhenti yang terjadi justru keinginan untuk terus merokok. Ini adalah alasan yang buruk. Jadi, mulai sekarang pahami situasi yang terjadi. Otak memiliki dua mekanisme kesenangan. Itu sebabnya kecanduan menjadi sebuah perasaan yang perlu ditangani sendiri.

Bicara
Hal ini sangat penting untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda apakah itu dari teman ataupun rekan lainnya. Pastikan bahwa Anda berbicara dengan seseorang seperti Anda benar-benar ingin berhenti merokok. Beritahu semua orang di sekitar Anda bahwa sedang mencoba untuk berhenti, sehingga Anda pun akan mendapatkan toleransi dari orang-orang di sekitar Anda. Selebihnya, kemauan diri Anda menjadi kekuatan yang paling penting. 

Mulai secara perlahan
Jika menetapkan tanggal berhenti merokok tidak bekerja efektif untuk Anda di masa lalu, maka cobalah dengan perlahan-lahan. Kurangi sedikit demi sedikit tahapan Anda dalam merokok. Jangan lupa untuk menetapkan target kecil, misalnya setiap minggu Anda akan memotong kembali jumlah rokok yang Anda konsumsi. Dengan tahapan yang perlahan tersebut, Anda pun akan lebih mudah untuk mencapainya. 

Bersikap realistis
Jika Anda memotong kuantitas rokok Anda secara tiba-tiba, maka yang terjadi justru Anda akan bersikap liar pada babak selanjutnya. Misalnya dengan menghisap rokok sebungkus dalam waktu semalam. Untuk menghindari ancaman ini, sebaiknya Anda perlu bersikap realistis. Lakukan dengan perlahan, namun pasti sehingga sedikit demi sedikit Anda pun akan terbiasa kalau nikotin tersebut meninggalkan aliran darah Anda. 

Identifikasi pemicu dan alasan Anda merokok
Identifikasilah tempat dan lingkngan yang membuat Anda ingin merokok. Jika keinginan untuk merokok kembali datang, sebaiknya kunyahlah permen karet. Namun, jika Anda bergaul terutama dengan para perokok di tempat kerja, maka saatnya untuk mencari teman baru. Alihkan diri Anda sendiri ketika tahu ada ancaman merokok hadir di sekitar Anda. Sebagai gantinya, carilah kegiatan menarik di tempat lain. 

Kelola stres dengan baik
Jika Anda telah mengidentifikasi bahwa stres dan kecemasan adalah alasan utama bahwa Anda telah berhenti merokok, maka Anda pun perlu mencari alternatif lain untuk mengelola stres lebih baik. 


Berikan “reward” untuk diri sendiri
Jika Anda telah berhasil mencapai level yang Anda targetkan, maka saatnya untuk menghadiahi diri sendiri dengan sesuatu. Gunakan tabungan yang telah Anda sisihkan untuk tidak membeli rokok dan sebagai gantinya belilah barang yang Anda inginkan dan rayakan keberhasilan Anda dengan sebuah seremoni sederhana.

Sumber: okezone.com