Postingan

Menampilkan postingan dengan label HIkmah

Cara mendapatkan Keberkahan Waktu dalam Hidup

Lihat pintarnya setan meniupkan alasan ketika kita hendak dekat pada ilmu Allah, dan ketika untuk urusan dunia alasan itu entah hilang kemana. Apakah kita orang sibuk?

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama lainnya. Selang beberapa lama, saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan:  
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah.”  


Dan muridnya pun melakukannya. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari, dan urusannya semakin mudah. Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an. Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shalih berikutnya. Salah satu balasan bagi amal shalih yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.

Sebaliknya, waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia yang terserak, bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada yang salah dalam hidup kita.

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.  
(Hadits Riwayat Muslim)

“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit.”

Bangunan yang akan Masuk Syurga

Masjid adalah tempat yang sangat istimewa dan dicintai oleh Allah di muka bumi ini. Masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai keutamaan masjid dan peran pentingnya dalam kehidupan umat Islam:

Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai keutamaan masjid dan peran pentingnya dalam kehidupan umat Islam, dilengkapi dengan dalil dari Al-Qur'an dan hadis:

1. Masjid sebagai Tempat yang Dicintai oleh Allah
   - Masjid adalah rumah Allah (Baitullah) di bumi, tempat di mana umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah, terutama shalat lima waktu, shalat Jumat, dan shalat Tarawih pada bulan Ramadan.
   - Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sebaik-baiknya tempat di muka bumi ini adalah masjid. Hal ini menunjukkan betapa besar kecintaan Allah terhadap masjid sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.
   - Dalil dari hadis:
    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَحَبُّ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِقَاعِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا" 
    "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: 'Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.'" (HR. Muslim)


2. Masjid sebagai Bangunan yang Kelak Akan Masuk Surga
   - Dalam keyakinan Islam, masjid memiliki keutamaan yang sangat tinggi sehingga kelak di akhirat, masjid akan masuk surga. Ini menggambarkan betapa mulianya fungsi dan peran masjid dalam kehidupan umat Islam.
   - Masjid bukan hanya sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual, tetapi juga sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu, menguatkan silaturahmi, dan membangun kebersamaan dalam kebaikan.

3. Peran Umat dalam Memakmurkan Masjid
   - Allah berfirman kepada masjid setelah masjid tersebut masuk surga, "Wahai rumah-Ku, adakah orang yang ingin engkau ajak masuk surga bersamamu?" Maka masjid menjawab, "Iya, mereka yang menyedekahkan hartanya untukku, dan mereka yang memakmurkanku."

Ini menunjukkan bahwa ada dua golongan orang yang mendapatkan keutamaan besar, yaitu:
     a.Orang yang Menyedekahkan Hartanya untuk Masjid: Mereka yang berinfak atau bersedekah untuk pembangunan, pemeliharaan, dan kegiatan masjid. Setiap harta yang disedekahkan untuk masjid akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang tersebut telah meninggal dunia.

     b. Orang yang Memakmurkan Masjid: Mereka yang secara aktif terlibat dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti shalat berjamaah, kajian ilmu, pengajian, dan kegiatan sosial lainnya. Mereka yang memakmurkan masjid akan mendapatkan keutamaan besar di sisi Allah karena masjid menjadi hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Dalil dari Al-Qur'an:
    إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
    "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah: 18)

Dengan demikian, masjid memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Memakmurkan masjid dan berkontribusi untuk kemajuannya adalah amalan yang sangat dianjurkan. Setiap muslim diharapkan untuk mencintai masjid, menjadikannya sebagai pusat kehidupan spiritual, dan berusaha untuk selalu memakmurkannya dengan berbagai kegiatan positif yang mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

Kisah Hikmah; Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah. Biasanya setelah sholat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar mampu menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain jika diamalkan.


Kisah-kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Mulai dari kisah pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, Bagaimana lengkapnya? Berikut ulasannya.

Kisah Ajaib Pedagang Roti
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang " Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullah" dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad Bin Hambal sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan sholat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang sholat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Imam Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya.

Maka dari itu hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi SAW jikalau bersama istighfar ada kemudahan dari permasalahan yang mendera kita. 
Dan amalan pembuka pintu rezeki yang mujarab..

Jangan bangga dulu dengan Rizki yang berlimpah tetapi Tidak ada taat di dalamnya

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.


Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah-perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'i.
10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ..

Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.


Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah untuk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻫُﻮَ 
ﻣُﻘِﻴﻢٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺳْﺘِﺪْﺭَﺍﺝٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺴُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮِﺣُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣُﺒْﻠِﺴُﻮﻥَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

Semoga bermanfaat.

POLA PIKIR TERBALIK

Orang miskin:
Pak tolong dibuatkan parcel yg bagus dan mahal, karena itu akan saya hadiahkan utk boss saya".

Orang kaya raya
Pak tolong dibuatkan parcel yg paling murah, karena itu akan saya hadiahkan utk karyawan2 bawahan saya".

Pertanyaan menariknya adalah:
* Siapa yg lebih miskin ?
* Siapa yg lebih kaya ?
* Siapa yg lebih baik ?

Saya rasa jawabannya tdk usah dibahas lagi.

Begitulah kita sebagai manusia, terkadang berpikirnya sering terbalik-balik. 
Kepada orang yg seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.

Kepada orang yg berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.

Kepada orang lemah/bawah yg seharusnya kita berlemah-lembut kepadanya, justru kita jadi sangat kasar dan jahat dlm ucap maupun sikap.

Kepada orang yg sepantasnya kita tegur, karna kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.

Kepada orang yg setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yg 'wah' dan melimpah.

Tetapi kepada orang yg hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa, yg kita sendiri sudah tidak mau.

Begitulah kebanyakan manusia sering berpikir terbalik-balik.

Saya jadi teringat dengan pesan hati:
"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yg tidak memberi keuntungan apapun kepadanya"

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yg "terbalik", dan selalu memperbaiki diri.

Orang yang tidak akan disentuh api Neraka

4 golongan yang haram disentuh api neraka


ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ 

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yg haram (tersentuh api) neraka?" tanya Rasulullah.
Para sahabat berkata, "Iya, wahai Rasulallah!"
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "(Haram tersentuh api neraka) orang yg hayyin, layyin, qorib, dan sahl" ( Hr. Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Hiban ). 

 Hayyin
Ialah orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat, serta teduh jiwanya.

 Layyin
Adalah orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri . Tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia.

 Qorib
Yaitu pribadi yang akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan diajak bicara. Biasanya murah senyum jika bertemu. 

 Sahl
Mereka tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan orang lain. 

Semoga kita semua dapat memiliki sifat2 dan karakter di atas.
join channel telegram @dakwahonline

Binatang Kesayangan Rosul SAW

Di dalam perkembangan peradaban Islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan perkembangan Islam. Dan ternyata, bahwa binatang yang lucu dan manja ini telah berbaur dengan kehidupan manusia sejak kira-kira 3.500 tahun lalu, sejak bangsa mesir menggunakan mereka untuk mengusir tikus atau hewan pengerat lainnya yang kerap merusak panen mereka. Nah, walau sering melihat kucing, masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang hewan ini. Mari kita mengenal mereka lebih dekat lagi...!

SYAITAN MEMBANTU ORANG BERIBADAH

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .

Manfaat Wudhu yang jarang kita Sadari

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels. 

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka. 

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudlu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.

Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).

Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya. 

Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.
Oleh: Prof Dr H Nasaruddin Umar

Rahasia Tentang Cermin

المؤمن مرات المومنَ 
Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya (HR. At-thabbrani) 

Beberapa rahasia tentang cermin 
1. Kualitas terbaik
Kaca termasuk barang yang dibuat dari pasir jenis yang terbaik apabila dibandingkan dengan barang barang lain yang dibuat dengan pasir juga , misalnya saja keramik dan perkakas lainnya. Untuk membuat cermin

Iblis dan Yahudi tidak senang dengan Maulid Nabi SAW

Di alam semesta ini hanya ada 2 makhluk yang tidak bergembira dan malah bersedih serta membenci Maulid Nabi (kelahiran Rasulullah), yaitu IBLIS dan YAHUDI. Adakah makhluk lain yang serupa Iblis dan Yahudi yang tidak senang dengan adanya Maulid Nabi?

Berapa Gajimu Sehingga Kau Meninggalkan Sholat

Hujjatul Islam, Al-Ghazali, mengatakan, “Ketika anda mendengar panggilan sholat oleh muadzin, maka berusahalah membayangkan hingar bingarnya teriakan di hari kiamat. Persiapkan diri lahir batin untuk menjawabnya. Mereka yang segera menjawab ajakan tersebut, niscaya akan menjadikan dirinya orang yang mendapat perlakuan lemah lembut di hari Pembalasan nanti.”Adzan dan Iqomah adalah wujud “peringatan Ilahi” bagi para hamba-hambaNya untuk melakukan sholat.

Merayakan Natal dan Maulid NABI bersama??

NATAL & MAULID BERSAMA ~ di kota Manchester, Inggris

ROCHDALE, UK. Kantor Berita lokal kota Manchester, Inggris memberitakan pertemuan yang dilakukan oleh Pemuka agama Kristen & Ulama Islam membicarakan rincian pelaksanaan PERAYAAN BERSAMA "Natal & Maulid Nabi Muhammad" yang akan dilangsungkan pada hari Natal 25 Desember 2015 nanti.

Pada malam Natal, akan dilakukan prosesi (pawai) MAULID Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari Jalan Foxholes berakhir di Mesjid Bilal di Jalan Bulwer kota Manchester, Inggris. Pada waktu yang sama, umat Kristiani yang merayakan hari kelahiran Yesus Kristus berbagi makanan dengan keluarga Muslim yang merayakan Maulid.

Dokter Belajar Dahulu Baru Praktek, Begitu Juga Ustadz

Mengobati orang butuh ilmu, keterampilan dan pengalaman karena bisa saja jika salah dalam melakukan pengobatan malah akan membahayakan bagi orang yang diobati. Oleh karena itu tuntunan Islam mengharuskan seseorang harus belajar dahulu, menjalani proses belajar yang tidak sebentar serta telah berpengalaman dalam menghadapi berbagai kasus sehingga ia sudah cukup familiar dengan penyakit tersebut dan tahu cara mengobatinya. Jika tidak maka ia harus bertanggung jawab, mengganti kerusakan bahkan harus menjalani qhishah.

DIBALIK KETIDAKTAHUAN HAMBA

Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kap. al dan ditertawai Kaumnya.
Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

BAHAYA BERBOHONG

Kata "berbohong" berasal dari kata "bohong." Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "bohong" berarti "tidak sesuai dengan hal atau keadaan yang sebenarnya. Sinonimnya adalah dusta. Kalau Anda berkata "Dia telah berbohong" berarti dia telah menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, yang sebenarnya. Lain yang dikatakannya, lain pula kenyataannya. Lain yang diungkapkannya, lain pula realitasnya.

Kebodohan itu Dosa

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menghimbau warga NU selalu mempekuat bidang keilmuannya, termasuk kompetensinya dalam berbagai bidang. "Warga NU harus kuat ilmunya. Kalau modal ilmu kita pas-pasan akan tergilas oleh orang lain yang ilmunya kuat dan banyak,” tuturnya.

“Kebodohan itu dosa, apa dikira bodoh itu tidak dosa. Jangan merasa cukup dengan pendidikan yang sudah ada sekarang. Kuasai teknologi, kuasai ekonomi, kuasai pasar, kuasai perguruan-tinggi-perguruan tinggi," sambung Kang Said, sapaan akrabnya, dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jama'ah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11).

IBU YANG DURHAKA

Bukan hanya seorang anak saja yg bisa disebut "anak durhaka",tapi seorang ibu yg menolak memberikan ASI pada anaknya,maka bisa disebut ibu durhaka.

Kerena kejahatan pertama seorang ibu adalah:saat ia menolak memberikan ASI pada bayinya,kerena ASI itu sebenarnya hak anak itu dan ibu telah merampas hak anak itu.

Pelajaran dari Telur

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur berakhir.

Tapi......
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah LAHIR.

Resiko pemberitaan

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah opini:
  1. Sehabis pulang dr sawah kerbau rebahan dikandang dgn wajah cape dan nafas yg berat. Datanglah seekor anjing dan kerbau berkata:" aah temanku aku sungguh cape dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja"