Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Kesabaran membuat barang Haram Menjadi Halal

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi. Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw :

"Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".

Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan. Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya.

Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci…dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi. Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu".

Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam. Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : "Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam … akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !"

Ah.. benar juga, pikirnya. Maka masuklah ia dengan tanpa suara… Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan – timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar – tidak, ia tidak boleh mencuri lagi. Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh …syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang….

Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik. Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya. Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur…Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !! Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi.

Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya…ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?"

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata : "Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk menganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!"

Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? "Hei – tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati – engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon….(hening). Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku …. aku harus keluar."

Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan. Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi. Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat.

Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu' sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya. Tapi … tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ……

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS. 14:21)

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)

Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia "Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya. Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu … adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada diruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh … celaka, celaka. Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw…. celaka, pikirnya panik !!

Hampir celentang jatuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : "Hai Fulan, kemarilah !" Dengan pelahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya. Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : "…benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak … ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang dimimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya".

Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : "Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia. Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.

Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :

"Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".

Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah

Sumber : Diceritakan oleh Kiyai Imron Rosyadi, Mkub, Staf Pengajar Universitas Menyan Indonesia

Kebaikan Membawa Keberkahan

Apa yang kita butuhkan dalam kehidupan ini??
Klu cuma sekedar materi yang kita butuhkan, berarti ita tidak percaya dengan dunia akhirat.. kerena hanya amal ibadah yang bisa membuat kita bahagia di akhirat nanti.
Mari kita beramal di dunia ini semaksimal mungkin, dan jangan lupa diniatkan semuanya untuk mendapatkan keridhoan Allah, kerena dengan mendapat keridhoan Allah, sudah pasti amal ibadah kita diterima dan pastinya mendapat keberkahan.


Kunci Jalan Sukses

H. R. Taufiqurrochman, MA 

Banyak orang yang menghentikan langkahnya karena dia tidak melihat jalan sukses. Misalnya, seseorang dengan penghasilan pas-pasan menghentikan langkahnya untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan tinggi karena merasa tidak mampu mempersiapkan biayanya. Dia bingung, “dari mana uang untuk membayar kuliah?”.

Banyak yang ingin bisnis, tetapi dia bingung, “Dari mana saya mendapatkan modal?”
Di depan terlihat gelap sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk melangkah. Mereka berhenti karena tidak melihat jalan sukses.

Lalu, bagaimana agar kita bisa melihat jalan sukses?

Belajarlah Pada Lampu Mobil

Langkah pertama, nyalakan lampu Anda. Lampu adalah penerang. Lampu itu adalah ilmu. Dan, ilmu yang perlu Anda miliki saat ini adalah ilmu untuk melangkah, menapaki jalan yang sudah ada di depan mata. Jangan dulu berpikir terlalu jauh, mulailah dengan apa yang ada di depan mata.

Lampu mobil hanya menerangi beberapa meter ke depan. Tidak ada lampu mobil yng sanggup menerangi sampai 1 KM ke depan. Namun, pada kenyataan sebuah mobil bisa melalui jalan ratusan kilometer dalam kegelapan.

Teruslah Melangkah
Meski lampu mobil Anda hanya menerangi beberapa meter atau puluhan meter, setelah melangkah, Anda akan menemukan jalan selanjutnya. Jalan selanjutkan akan tersinari. Maka lalui jalan itu, dan jalan selanjutnya akan tersinari lagi, terus menerus.

Jika Anda diam, Anda tidak akan melihat jalan yang jauh karena gelap atau karena bumi ini bulat. Anda akan menemukan jalan berikutnya jika Anda mau melangkah, mengarungi jalan yang sudah terlihat saat ini. Anda akan menemukan jalan sukses jika Anda terus melangkah.

Mulailah Dari Apa Yang Ada
Saat Anda ingin mencapai tujuan yang besar, mulailah dengan apa yang ada. Mulailah dengan modal yang Anda miliki saat ini, baik itu ilmu, pengalaman, pengetahuan, buku, benda fisik yang ada, atau apa pun aset yang Anda miliki saat ini. Mungkin apa yang Anda miliki saat ini belum mencukupi untuk meraih tujuan yang besar, tetapi jika sudah cukup untuk menapaki langkah pertama, maka ayunkan langkah Anda.

Tetap Nyalakan Lampu Anda
Lalu, bagaimana jika di tengah jalan nanti kita kehilangan arah? Anda akan kehilangan arah jika lampu mobil Anda padam. Selama lampu mobil nyala, Anda akan terus melihat jalan yang harus di tempuh. Anda tidak akan kehilangan arah.

Bagaimana agar “lampu” Anda tetap menyala? 

· Pertama, tetaplah belajar. Sambil Anda melangkah, Anda harus tetap belajar agar mengetahui apa langkah selanjutnya. 

· Kedua, latihkan kemampuan kreativitas Anda. Kenapa simbol ide selalu dengan bola lampu? Sebab ide-ide Anda adalah penerang jalan. Anda akan bisa melihat jalan selanjutnya jika Anda terus-menerus mampu menghasilkan ide. 

· Ketiga, miliki mentor atau tim sebagai tempat bertanya. Jika ada kehabisan ilmu dan ide, maka Anda bisa mendapatkannya dari mentor atau tim yang Anda miliki. 

Orang-orang yang mengalami kebingungan di tengah jalan, biasanya orang yang tidak memiliki setidaknya salah satu tiga hal diatas. ketiga hal diataslah yang akan menjaga agar lampu Anda tetap menyala. Dan, selama lampu Anda tetap menyala, Anda akan menemukan jalan sukses.

Jika Salah Jalan
Tidak ada yang menjamin Anda tidak akan salah jalan. Kemungkinan itu selalu ada. Namun tidak perlu takut.
Pertama, jika Anda terus belajar, maka salah langkah bisa dikurangi. Orang melakukan kesalahan seringkali karena tidak tahu.

Kedua, jika salah, maka carilah jalan lain. Jika Anda menemukan jalan buntu, mundurlah dan cobalah jalan lain. Salah jalan itu biasa, tetapi bukan itu yang membuat Anda gagal. Anda gagal hanya jika Anda berhenti di jalan, atau dengan kata lain menyerah.

Jadi, nyalakan lampu Anda, ambillah langkah pertama, Anda akan menemukan jalan sukses itu.