Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ahmad Thib Raya

Cara Menyadari Kelebihan yang Kita Miliki

Tulisan ini saya Ambil dari catatan Prof. Ahmad Thib Raya, MA di facebooknya.. Semoga bisa menberikan manfaat.

Selamat Membaca..


BAGAIMANA CARA MENYADARI KELEBIHAN YANG KITA MILIKI?

Dari tulisan saya yang diposting kemarin ada salah seorang fans di FB, Oka Putra, yang memberi komentar. Ini komentarnya: "Tulisan yg sangat mencerahkan, sehingga seakan tak ada celah utk dikritisi prof. Namun sy ingin coba sedikit bertanya, bagaimana ketika kelebihan yang dimiliki itu belum kita sadari, apakah ada standar kelebihan yg prof maksud???selain dari contoh yang disebutkan, serta supaya kita mampu awet atau istiqomah dalam mengamalkannya?? bukankah godaan itu akan selalu ada!sehingga begitu mudahnya kita cepat puas dgn apa yang telah kita amalkan."

Dibolehkan "berbohong" dalam Islam

Kita sudah mengetahui bahwa bohong atau dusta adalah perbuatan tercela, bahkan perbuatan dosa besar. Bahaya dan dampak dari perbuatan itu pula sangat besar, tidak hanya bagi yang melakukannya, tetapi juga bagi orang lain, atau pihak yang dibohongi. Kalau setiap orang melakukan perbuatan bohong, maka kehidupan bermasyarakat menjadi kacau balau karena tidak ada lagi orang yang dapat dipercayai dan dapat diperpegangi perkataannya.

Namun demikian, perbuatan bohong itu pada kondisi tertentu dapat dibolehkan. Hal ini terlihat dari dua sabda Rasulullah saw, sebagai berikut:

BAHAYA BERBOHONG

Kata "berbohong" berasal dari kata "bohong." Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "bohong" berarti "tidak sesuai dengan hal atau keadaan yang sebenarnya. Sinonimnya adalah dusta. Kalau Anda berkata "Dia telah berbohong" berarti dia telah menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, yang sebenarnya. Lain yang dikatakannya, lain pula kenyataannya. Lain yang diungkapkannya, lain pula realitasnya.

Penyebab Muncul Sifat Sombong

APA PENYEBAB MUNCULNYA SIFAT SOMBONG?

Sifat sombong adalah sifat yang sangat berbahaya. Sifat ini adalah salah satu sifat yang potensial dalam diri setiap orang. Artinya, setiap orang mempunyai potensi untuk bersikap sombong. Sombong itu pada hakikatnya adalah suatu sifat yang membesarkan diri. Kalau seseorang membesarkan dirinya, pada hakikatnya dia tidaklah besar. Dia adalah kecil. Sesuatu yang sudah besar, biasanya tidak sombong, karena dirinya memang sudah besar. Yang membesarkan dirinya adalah orang yang kecil atau dipandang kecil. Oleh sebab itu, maka sombong di dalam bahasa Arab disebut "takabbur" (تكبر) dari kata "kabura" (كبر) yang berarti "besar." Aratinya, "membesarkan diri, memandang diri besar."

GURU YANG IDEAL

Guru, seperti yang dikemukakan dalam tulisan sebelumnya, memiliki tugas-tugas yang sangat berat, yaitu mengajar, memotivasi pelajar untuk belajar, dan mendidik. Tugas-tugas ini harus dilaksanakan oleh guru dengan baik sehingga tujuan pendidikan untuk menghasilkan dan mencetak generasi terbaik di masa datang dapat dicapai. Oleh sebab itu, menjadi guru tidaklah mudah dan melaksanakn tugas-tugasnya bukanlah hal yang mudah pula.

GURUMU ADALAH AYAHMU

Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Guru. Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi para guru. Guru adalah sosok yang memainkan peranan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan generasi bangsa. Guru adalah pejuang yang tidak mengenal lelal dan tidak mengenal menyerah dengan tugas-tugas yang ada di pundak. Guru memiliki tugas yang sangat mulia. Tidak mengherankan kalau guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa. 

Istilah guru jangan dibatasi hanya pada pengertian guru yang diangkat sebagai guru secara formal saja, tetapi guru harus diartikan sebagai setiap orang yang mengajarkan apa saja kepada Anda, termasuk dalam hal ini adalah dosen yang memberikan ilmu di Perguruan Tinggi. Bahkan seseorang yang mengajarkan Anda satu huruf sekalipun adalah gurumu.

PERBEDAAN ANTARA TAHUN MASEHI DAN HIJRIAH

Dalam perhitungan kalender kita, kita mengenal dua sebutan tahun, yaitu tahun Masehi dan tahun Hijriah. Tahun Masehi dihitung mulai kelahiran Nabi Isa a.s., misalnya 2015 Masehi. Sebuatan tahun sebelum kelahiran Nabi Isa disebut Sebelum Masehi, seperti 700 Sebelum Masehi. Sedangkan tahun hijriah dihitung mulai hijrahnya Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah. Tetapi, tidak serta merta dengan hijfahnya Nabi, langsung pada hari itu langsung disebut dengan sebutan hijriah. Ada proses yang dilakukan sehingga tahun Hujriah itu digunakan. Penggunaan nama tahun ini mulai digunakan pada tahun keempat masa pemerintahan Khalifah Umar Ibn al-Khattab, atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah terjadi.

Dialog masalah Tahlilan Antara Wahabi dan Sunni

DALIL KESUNNAHAN DZIKIR TAHLILAN 7 HARI, HARI KE-40, 100 DAN 1000

WAHABI: “Anda harus meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100, dan ke 1000. Kalau tidak anda akan masuk neraka.”


MAKNA DAN HAKIKAT BERSALAMAN

Kata "bersalaman" memiliki dua arti, yaitu 1) saling menyalami, memberi salam dengan saling berjabat tangan, dan 2) berjabat tangan. Kata bersalaman rupanya dibedakan dengan kata "bersalam", yang berarti mengucapkan (memberi) salam. Bedanya,kata bersalaman, tidak hanya memberi salam, tetapi juga berjabat tangan, sedangkan kata bersalam hanya mengucapkan salam tanpa berjabat tangan. (Kamus Besar Bahasa Indinesia, hal. 1208)

MAKNA JIWA YANG TENANG

JIwa di dalam bahasa Indonesia mengandung 7 pengertian. Di antaranya adalah 1) roh manusia (yang ada di calam tubuh dan menyebabkan seseorang hidup). 2) seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi darimperasaan, pikiran, angan-angan, dsb), dan 3) daya hidup irang atau makhluk hidup lainnya. Saya kurang setuju dengan lengertian pertama, yaitu ruh manusia.

Padang Mahsyar dan padang Arafah

Arafah secara harfiah berrarti pengenalan, pengetahuan dan pemahaman. Pengertian itu dipahami dalam konteks yang berbeda oleh para ulama. Sebahagian ulama memahami makna itu secara historis. Mereka berkata bahwa padang Arafah itu adalah padang di mana Adam dan Hawa dipertemukan kembali oleh di tempat itu setelah mereka berpisah sekian lama setelah ditrunkan oleh Allah dari surga. Konon, Adam diturunkan di India, jauh sekali sekali dari Padang Arafah ini, sedangkan Hawwa' diturunkan di Hijaz, daerah Makkah dan sekitarnya.

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagiakan kekasih yang sudah setahun berpisah dengan sang terkasih. Sang Kekasih sudah lama menunggu kehadirannya, dan kini sang terkasih yang ditunggu-tunggu sudah hadir di dahapan sang kekasih. Sang kekasih pasti menyambutnya dengan penuh ceria, gembira, dan cinta. Ramadhan membawa hakikat dan makna cinta yang mendalam, cinta terhadap diri sendiri, cinta terhadap sesama, cinta kepada semua makhluk, dan cinta kepada Allah, Tuhan Yang Menciptakan.

Sang terkasih membawa sebuah oleh2 yang sangat bermakna yang harus diterima sang kekasih, yaitu kewajiban berpuasa. Puasa mengharuskan kita menahan lapar, menahan haus, menahan berhubungan dengan suami/isteri, menahan diri kita dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Ketahuilah dan renungkanlah kawan2ku bahwa lapan karena puasa tidak membuat kita mati, dan haus karena berpuasa tidak akan membuat kita dehidrasi, kekurangan cairan. Membaca Al-Quran setiap waktu pada bulan Ramdhan tidak membuat lidah kita lelah. Memberi zakat, knfak, dan sadakah tidak akan membuat kita kekurangan harta dan jatuh miskin.

Bersalat tarawih dan bertahajjud dan bersalat duha tidak akan membuat jidat kita kecet. Menghormati orang lain tidak akn membuat kita hina dan dipandang rendah oleh orang lain. Menolong sesama tidak membuat kita berkekurangan.

Beribadahlah kepada Allah dengan menundukkan kepalamu, bersujud, dan berucap menyebut nama2Nya dengan tulus, ikhlah, dan penuh harap ridha-Nya agar derajatmu diangkat di sisi-Nya, agar engkau selalu diingat-Nya.

Lakukanlah itu semua untuk mencapai ridha, rahmat, dan ampunan-Nya. Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu agar tercurah rahmat dan kasih sayang Allah kepadamu. Mintalah ampun atas dosa mereka, agar dosamu juga diampuni-Nya. Sujudmu kepada keduanya dengan menundukkan kepalamu, akan dibalas oleh Allah dengan diangkatnya derajatmu dan posisimu.

Doanya kepada keduanya yang sudah meninggal dunia akan disembuskan oleh Allah ke alam kuburnya. Mereka yang ada di dalam kuburnya selalu mengaharp doamu dan permohonan ampunmu, bagaikan ikan yang ada di dalam kolam yang selalu mengangkat mulutnya ke permukaan air karena kehausaannya akan lemberian dari tuannya dan dari siapapun.

Berbuat baiklah kepada sesamamu dengan memperbanyak bersedekah, memberi apa saja, yang materi maupun nonmateri, tanpa mengenal status, posisi, dan kedudukan mereka sebagaimana Allah telah berbuat kepada semua manusia, hamba-hamba-Nya tanpa mengenal dan membedakan iman atau kufur mereka, tanpa memperhitungkan seberapa besar amal baik atau amal buruk, ibadah atau maksiat mereka kepada-Nya.

Jagalah pula hubunganmu dengan lingkunganmu, dengan manusia manapun, dengan hewan dan binatang, dengan tumbuh2an, dan gunakanlah mereka sesuai dengan kebutuhan dan keperluanmu.

Dengan ini semu Anda menjadi orang yang bertakwa, orang shaleh, yang melahirkan kebaikan bagi diri Anda, bagi orang lain, bagi semua makhluk, dan Anda menjadi orang yang sangat dicintai dan disayangi Allah swt.

Jadilah Anda orang shaleh untuk diri Anda, dan jadilah pula orang shaleh bagi keluarga Anda, isteri Anda, anak-anak Anda, kepada kedua orang tua Anda dan mertua Anda, dan semua manusia yang hidup bersama Anda.

Dan jadilah pula Anda orang shaleh di mata Allah, Tuhanmu. Sebarkan dan bagikan pesan ini kepada siapapun, semoga bermanfaat bagi semuanya, terutama bagi diri saya.

Semoga Allah selalu memberi hidayah-Nya kepada kita sehingga kita senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya. Aamiin. 

Makna Ucapan "Salam"

Saya yakin hampir semua orang mengetahui ucapan salam, tidak hanya oleh kaum muslimin, tetapi juga oleh mereka yang nonmuslim. Kemasyhuran kalimat ini di kalangan masyarakat karena kalimat ini selalu diucapkan atau didengar setiap kali saat kita bertemu, kita akan memulai berpidato, dan setiap kali kita memulai berkhutbah, atau seringkali tertulis di pembukaan surat dan sering terpampang di depan pintu rumah. Tetapi, belum tentu semua orang mengetahui maknanya.

MENUNTUT ILMU atau MENCARI ILMU

Menuntut ilmu berbeda dengan mencari ilmu. Menuntut ilmu di dalam bahasa Arab digunakan thalabul-ilmi. Semua hadis yang yang berkaitan dengan menuntut ilmu digunakan kata thalab, seperti “Uthlubul-‘ilma walau bish-Shin” (Tuntutlah ilmu walau di negeri Cina). Adapun kata “mencari” digunakan kata bahts. Kata “mencari” tidak cocok dirangkaian dengan kata ilmu. Sebab, mencari dikaitkan dengan upaya menemukan sesuatu yang hilang, yang konkret, yang kelihatan dan tidak jauh dari kita.

Cinta Plus (Mawaddah) dalam Al-quran

MAWWADDAH secara harfiah berarti “cinta yang lebih,” yang dalam istilah para remaja adalah “cinta plus.” Secara lengkap MAWADDAH diartikan dengan “sikap psikologis dari pasangan suami/isteri untuk menerima pasangannya apa adanya dengan semua kelebihan dan segala kekurangannya. MAWADDAH adalah sifat fitriah yang sengaja disiapkan dan diciptakan oleh Allah di dalam diri setiap insan, terutama pasangan suami/isteri agar mampu melestarikan kehidupan rumah tangga. Yang mengantar seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan, terutama dalam masa modern ini adalah CINTA, yang telah tumbuh, berkembang, dan bersemi di dalam hati masing-masing dari sifat-sifat yang menyenangkan yang ada pada keduanya.

Suami Istri Yang Ideal Menurut Al-quran

Ada 2 kata yang selalu digunakan oleh Al-Qur’an, yaitu zauj (زوج) dan ‘imra’ah (امرأة). Kata زوج bisa berarti “isteri,” bisa juga berarti “suami”, dan bisa juga berarti “pasangan.” Kata ini digunakan oleh Al-Qur’an untuk menunjukkan suami-isteri yang hidup dalam rumah tangga yang serasi, penuh ketenangan, ketenteraman dan kedamaian, seperti di dalam S. al-Rum [30]: 21 (أزواجا).