Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasihat

Orang yang tidak akan disentuh api Neraka

4 golongan yang haram disentuh api neraka


ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ 

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yg haram (tersentuh api) neraka?" tanya Rasulullah.
Para sahabat berkata, "Iya, wahai Rasulallah!"
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "(Haram tersentuh api neraka) orang yg hayyin, layyin, qorib, dan sahl" ( Hr. Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Hiban ). 

 Hayyin
Ialah orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat, serta teduh jiwanya.

 Layyin
Adalah orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri . Tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia.

 Qorib
Yaitu pribadi yang akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan diajak bicara. Biasanya murah senyum jika bertemu. 

 Sahl
Mereka tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan orang lain. 

Semoga kita semua dapat memiliki sifat2 dan karakter di atas.
join channel telegram @dakwahonline

10 tanda-tanda orang yang telah menerima Hidayah Allah

10 tanda-tanda orang yang telah menerima Hidayah Allah 
1. Membenci Perbuatan Maksiat
Maksiat adalah penghalang utama menuju ketenangan jiwa dan keridhaan Allah SWT. Membenci maksiat berarti menanamkan dalam diri rasa tidak suka terhadap segala bentuk dosa, baik yang besar maupun kecil. Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin melihat dosa seperti gunung yang hendak jatuh menimpanya." (HR. Bukhari). Dengan membenci maksiat, kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjaga diri dari perbuatan yang dilarang.

2. Membenci Bercakap Kosong
Waktu adalah nikmat yang harus digunakan sebaik mungkin. Bercakap kosong atau berbicara tanpa manfaat hanya akan menyia-nyiakan waktu dan mengeraskan hati. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna." (QS. Al-Mu’minun: 3). Gantilah waktu untuk berbicara kosong dengan pembicaraan yang membawa manfaat, seperti berdiskusi ilmu atau mengingat Allah.

3. Tidak Meninggalkan Salat Fardhu
Salat adalah tiang agama dan kewajiban utama seorang Muslim. Menjaga salat fardhu tepat waktu menunjukkan komitmen kita terhadap perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah salat tepat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim). Jadikan salat sebagai prioritas utama dalam keseharian kita.

4. Sentiasa Membaca Al-Quran
Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi umat manusia. Dengan membacanya setiap hari, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan ketenangan jiwa dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).

5. Rajin Bersolat Tahajjud
Salat Tahajjud adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bangun di sepertiga malam terakhir untuk bermunajat merupakan tanda cinta kita kepada Sang Pencipta. Allah berfirman: "Pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79).

6. Banyak Berzikir
Zikir adalah amalan sederhana yang memiliki dampak besar. Dengan banyak berzikir, hati menjadi tenang dan hubungan dengan Allah semakin erat. Allah SWT berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28). Biasakan membaca zikir pagi dan petang sebagai pelindung dan penguat iman.

7. Banyak Berdoa
Doa adalah senjata seorang mukmin. Jangan ragu untuk memohon kepada Allah SWT, karena Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah inti dari ibadah." (HR. Tirmidzi). Perbanyaklah doa, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, karena itu menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah.

8. Bersangka Baik Terhadap Allah SWT
Berprasangka baik kepada Allah adalah tanda keimanan yang kuat. Dalam setiap ujian, yakinlah bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk kita. Rasulullah SAW bersabda: "Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan bersangka baik, hati menjadi lebih tenang dan penuh rasa syukur.

9. Perubahan Akhlak Menjadi Baik
Akhlak yang baik adalah cerminan iman. Rasulullah SAW bersabda: "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi). Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki akhlak kita, seperti lebih sabar, ramah, dan rendah hati kepada sesama.

10. Tidak Mengeluh Ketika Bermasalah
Mengeluh hanya akan memperburuk keadaan. Sebaliknya, jadikan masalah sebagai peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan tawakal. Allah berfirman: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6). Bersikap sabar dan tawakal akan mendatangkan solusi dan keberkahan dalam hidup.

Iblis dan Yahudi tidak senang dengan Maulid Nabi SAW

Di alam semesta ini hanya ada 2 makhluk yang tidak bergembira dan malah bersedih serta membenci Maulid Nabi (kelahiran Rasulullah), yaitu IBLIS dan YAHUDI. Adakah makhluk lain yang serupa Iblis dan Yahudi yang tidak senang dengan adanya Maulid Nabi?

Berapa Gajimu Sehingga Kau Meninggalkan Sholat

Hujjatul Islam, Al-Ghazali, mengatakan, “Ketika anda mendengar panggilan sholat oleh muadzin, maka berusahalah membayangkan hingar bingarnya teriakan di hari kiamat. Persiapkan diri lahir batin untuk menjawabnya. Mereka yang segera menjawab ajakan tersebut, niscaya akan menjadikan dirinya orang yang mendapat perlakuan lemah lembut di hari Pembalasan nanti.”Adzan dan Iqomah adalah wujud “peringatan Ilahi” bagi para hamba-hambaNya untuk melakukan sholat.

Sholat Subuh Menurut Agama dan medis


Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isyak dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.(HR. Ahmad) 

Ternyata banyak manfaat apabila kita mengerjakan sholat subuh, maka dari itu sebagai umat islam kita harus mengerjakaanya, karena itu kewajiban!!

Doa untuk Guru dan Adab Menghargai Jasa Guru dalam Islam

Guru memiliki peran penting dalam perjalanan belajar seseorang. Mereka membantu kita membaca, memahami ilmu, memperbaiki kesalahan, dan mengembangkan kemampuan. Salah satu cara sederhana untuk menghargai kebaikan seorang guru adalah mengingat jasanya dan mendoakan kebaikan untuknya.

Adab dalam Menuntut Ilmu: Mengapa Penting bagi Pelajar?

Menuntut ilmu tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami pelajaran. Sikap terhadap guru, teman, waktu, sumber ilmu, dan proses belajar juga penting. Adab dan ilmu bukan dua hal yang perlu dipertentangkan: ilmu membantu seseorang mengetahui yang benar, sedangkan adab membantu ilmu dipelajari dan diamalkan dengan sikap yang baik.

Kisah duka penyesalan Seorang Istri

Kisah ini terjadi di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Namun penyesalan berkepanjangan terus mengikuti sang istri.

Berikut ini kisah lengkapnya seperti diterjemahkan secara bebas dari laman fitrihadi.com:

Sebenarnya kami adalah pasangan yang romantis. Bahkan, teman-teman sering memperbincangkan keharmonisan kami. Meskipun bekerja, aku tetap melayani suami dan mengurus anak-anak dengan baik. Aku bersyukur suami memahami posisiku. Ini membuat aku semakin sayang kepadanya.

Sementara suamiku, di tengah kesibukannya, ia juga selalu membantu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik. Ia juga sering mengimamiku shalat. Aku bahagia dengan hubungan kami.

Hari itu, Senin. Aku ingat betul. Aku pergi ke kantor pagi-pagi karena banyak urusan yang harus aku selesaikan. Termasuk janji bertemu dengan sejumlah klien. Biasanya jam 6 petang aku sudah berada di rumah, hampir bersamaan dengan azan Maghrib berkumandang. Aku lihat suamiku telah bersiap-siap untuk shalat Maghrib. Pun anak-anak telah tampil rapi, mereka sudah mandi dan tampak riang bersama ayahnya. Aku lihat suamiku sangat bahagia bersama anak-anak petang itu.

Ba’da Maghrib, kami keluar ke sebuah restoran. Jaraknya sekira 5 kilometer dari rumah. Sepanjang perjalanan kami bergurau, ngobrol ke sana kemari, disertai tawa yang kadang-kadang lepas.

Aku merasakan kegembiraan suamiku petang itu lain dari biasanya. Cara bercandanya, cara tersenyum dan tertawanya… Dalam hati aku hanya bisa bersyukur dan berbahagia.

“Sudah jam 12.30 tengah malam, Bang. Ayo pulang,” kataku setelah melihat jam tangan. Tak terasa sudah larut. Tanpa banyak bicara, suamiku pergi ke kasir.

Kami tiba di rumah dua puluh menit kemudian. Anak-anak kami yang jumlahnya tiga orang segera masuk rumah dan tidur. Usia si bungsu baru tujuh tahun, sedangkan si sulung berusia 12 tahun.

Aku juga mulai mengantuk. Maklum, di jam segini dan setelah perut terisi dengan makanan lezat restoran tadi, bawaannya ingin langsung tidur saja. Di saat seperti itu suami membelai rambutku, ia menginginkan sesuatu. Tapi mataku terasa berat, aku ingin tidur.

Suami membisikiku, ini permintaan terakhirnya. Namun, aku berpikir, aku mengantuk dan dia juga mungkin kecapekan. Lebih baik besuk saja. Perlahan-lahan suami melepaskan pelukannya.

Pagi harinya, ada perasaan tak menentu. Seperti ada hal besar yang akan terjadi. Aku menelpon suami, tetapi tidak dijawab. Hingga kemudian aku dikejutkan dengan telepon dari kepolisian. Mereka mengabarkan bahwa suamiku kecelakaan dan memintaku segera datang ke rumah sakit.

Hatiku seakan pecah saat itu. Aku ke rumah sakit, tetapi segalanya telah terlambat. Suamiku menghembuskan nafas terakhirnya sebelum aku tiba di sana. Air mata menjadi saksi betapa aku sangat kehilangan dirinya.

Yang lebih kusesali, meskipun aku telah ridha dengan takdir dariNya, aku tidak memenuhi permintaan di malam terakhirnya. Hatiku dihinggapi perasaan bersalah yang luar biasa. Aku takut jika suamiku pergi menghadapNya dalam kondisi tidak ridha kepadaku. Dan aku tidak sempat meminta maaf kepadanya karena kini ia telah terbaring kaku.

Aku jadi ingat dengan hadits Nabi, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang suami yang mengajak istrinya tidur bersama, lalu ditolak isterinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada istrinya itu hingga suami memaafkannya”.

Setiap kali teringat suami, mataku gerimis. Pipiku basah. Aku hanya bisa memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi seluruh wanita muslimah di segala penjuru dunia. Jika suamimu memintamu, sepanjang kau mampu, penuhilah. Sebab engkau tak pernah tahu kapan tiba-tiba Allah mengambil suamimu. Dan semoga engkau selalu mendapatkan rahmatNya, tersebab suami yang selalu ridha padamu kapan pun juga. [Kisahikmah.com]

Rahasia Tentang Cermin

المؤمن مرات المومنَ 

Almu’minu Miratul mukminin 
Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya (HR. At-thabbrani) 


Beberapa rahasia tentang cermin 

o Kualitas terbaik
Kaca termasuk barang yang dibuat dari pasir jenis yang terbaik apabila dibandingkan dengan barang barang lain yang dibuat dengan pasir juga , misalnya saja keramik dan perkakas lainnya. Untuk membuat cermin diperlukan pasir jenis terbaik dari yang terbaik. Apabila pasir yang digunakan kurang baik, maka cermin tidak akan bisa digunakan untuk bercermin karena tidak bisa memantukan pantulan yang sempurna sehingga gambar yang dihasilkan tidak tampak seperti yang aslinya. Seorang mukmin hendaknya menyadari bahwa ia adalah makhluk yang mulia dan termasuk manusia pilihan karena Allah telah memilihnya diantara jutaan manusia untuk menerima anugrah terbesar dari Allah yaitu anugrah Iman dan Islam
Kesadaran ini akan melahirkan sikap izah, bangga sebagai seorang mukmin, sikap waspada dan berhati hati untuk menjaga tutur kata dan perilakunya agar tidak sampai menurunkannya dari kemuliaan yang telah dianugrahkan kepadanya. Kesadaran ini juga akan melahirkan tindakan tindakan nyata untuk terus menerus melakukan perbaikan diri sehingga bisa mempertahankan kedudukannya bahkan semakin meninggikan kedudukan dan derajatnya di sisi Allah maupun di sisi manusia 

o Bermanfaat untuk semua orang
Cermin bisa kita dapatkan di setiap rumah yang menjadi tempat tinggal manusia, baik hotel mewah maupun gubug reot di bawah jembatan. Begitulah hendaknya seorang mukmin hendaklah diperlukan oleh semua orang dan memberikan kemanfaatan kepada semua orang tanpa membedakan status kedudukan mereka karena sebaik baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain. 

o Menasehati dengan bijak
Setiap orang yang bercermin pasti akan mengikuti apa yang yang menjadi nasihat sang cermin dan dengan segera melakukan apa yang menjadi arahannya. Apabila ia melihat dirinya di cermin dalam keadaan kurang rapi, atau ada kotoran di badan atau di pakainnya, atau rambutnya acak acakan, ia langsung merapikannya dengan segera dan sama sekali tidak tersinggung atau marah kepada cermin yang telah menunjukan kekurangannya. Oleh karena itu, setiap muk’min hendaknya meneladani sang cermin dalam memberi nasihat dan arahan kepada orang lain.
Ia harus memperhatikan adab adab dalam memberikan nasihat. Jangan menasehati dengan kata kata kasar dan dengan menjelek jelekan orang yang dinasehati, karena dia akan tersinggung dan menyebabkan penolakan atas nasihat tersebut, bahkan akan berlaku kasar karena merasa harga dirinya telah dinodai. 

o Menjaga rahasia
Cermin tidak pernah membuka rahasia siapa pun orang yang berdiri di depannya. Dia tidak pernah mengatakan kepada orang yang bercermin “Apakah engkau dikenal fulan bin fulan? Tadi saya sebenarnya merasa muak dengan penampilannya, saya mau muntah mencium bau badannya”. Begitu juga hendaklah seorang mukmin.
Dia hendaknya menjaga rahasia saudaranya dan menutup aibnya, karena dia menyadari sabda Rasulullah s.a.w yang artinya “Barang siapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya baik di dunia maupun di akhirat.” (HR. Muslim) 

o Bersikap jujur
Cermin tidak pernah berkata bohong kepada orang yang bercermin di hadapannya, kalau orang yang dihadapannya itu berpenampilan rapi maka ia akan menampilkan bayangan yang rapi pula. Demikian juga sebaliknya. Demikian jugalah hendaknya seorang mukmin akan senantiasa berkata jujur kepada siapa pun dan dimanan pun, kecuali ketika berada di medan perang dan mendamaikan kedua pihak yang bersiteru. 

o Memerlukan orang lain untuk membersihkan dan menjaganya
Betapapun cermin memiliki berbagai sifat kebaikan, namun ia juga memilki kekurangan. Ia akan pecah kalau tidak dijaga dan dilindungi. Ia akan kotor berdebu kalau tidak dibersihkan secara rutin oleh orang yang memakainya.
Jadi sehebat apapun seorang mukmin masih memerlukan nasihat dan sumbangan pikiran dari orang lain.

Cara berhenti dari Kebiasaan Merokok

Ingin berhenti dari kebiasaan merokok? Ikuti trik ini dan biarkan kebiasaan buruk tersebut sirna. 
Apakah keinginan Anda untuk berhenti merokok cukup besar, namun belum pernah 100 persen terwujud karena cara yang dilakukan selalu saja gagal? Tak perlu depresi menghadapinya. Dengan langkah yang tepat seperti di bawah ini, keinginan Anda untuk keluar dari jerat yang tak menyehatkan itu pun akan segera terealiasasi. Berikut langkah-langkahnya, seperti dirilis Health Me Up.

Tuliskan niat Anda
Buatlah daftar semua alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok. Tuliskan dalam buku catatan dan biarkan tulisan tersebut akan mengubah hidup Anda ke depannya, misalnya Anda tidak akan lagi berurusan dengan pengaturan dengan anak-anak Anda, atau tidak lagi harus berurusan dengan pasangan Anda yang mengeluh tentang asap Anda yang menempel di pakaian. Tuliskan semua keinginan tersebut dan kemudian bacalah setiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok.

Pahami alasan mengapa Anda merokok
Banyak orang merasakan bahwa dengan merokok, dirinya akan merasa lebih baik. Padahal peran antidepresi dalam merokok hanya akan memberikan kontrol yang menenangkan sesaat. Jadi, meskipun nyatanya Anda ingin berhenti yang terjadi justru keinginan untuk terus merokok. Ini adalah alasan yang buruk. Jadi, mulai sekarang pahami situasi yang terjadi. Otak memiliki dua mekanisme kesenangan. Itu sebabnya kecanduan menjadi sebuah perasaan yang perlu ditangani sendiri.

Bicara
Hal ini sangat penting untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda apakah itu dari teman ataupun rekan lainnya. Pastikan bahwa Anda berbicara dengan seseorang seperti Anda benar-benar ingin berhenti merokok. Beritahu semua orang di sekitar Anda bahwa sedang mencoba untuk berhenti, sehingga Anda pun akan mendapatkan toleransi dari orang-orang di sekitar Anda. Selebihnya, kemauan diri Anda menjadi kekuatan yang paling penting. 

Mulai secara perlahan
Jika menetapkan tanggal berhenti merokok tidak bekerja efektif untuk Anda di masa lalu, maka cobalah dengan perlahan-lahan. Kurangi sedikit demi sedikit tahapan Anda dalam merokok. Jangan lupa untuk menetapkan target kecil, misalnya setiap minggu Anda akan memotong kembali jumlah rokok yang Anda konsumsi. Dengan tahapan yang perlahan tersebut, Anda pun akan lebih mudah untuk mencapainya. 

Bersikap realistis
Jika Anda memotong kuantitas rokok Anda secara tiba-tiba, maka yang terjadi justru Anda akan bersikap liar pada babak selanjutnya. Misalnya dengan menghisap rokok sebungkus dalam waktu semalam. Untuk menghindari ancaman ini, sebaiknya Anda perlu bersikap realistis. Lakukan dengan perlahan, namun pasti sehingga sedikit demi sedikit Anda pun akan terbiasa kalau nikotin tersebut meninggalkan aliran darah Anda. 

Identifikasi pemicu dan alasan Anda merokok
Identifikasilah tempat dan lingkngan yang membuat Anda ingin merokok. Jika keinginan untuk merokok kembali datang, sebaiknya kunyahlah permen karet. Namun, jika Anda bergaul terutama dengan para perokok di tempat kerja, maka saatnya untuk mencari teman baru. Alihkan diri Anda sendiri ketika tahu ada ancaman merokok hadir di sekitar Anda. Sebagai gantinya, carilah kegiatan menarik di tempat lain. 

Kelola stres dengan baik
Jika Anda telah mengidentifikasi bahwa stres dan kecemasan adalah alasan utama bahwa Anda telah berhenti merokok, maka Anda pun perlu mencari alternatif lain untuk mengelola stres lebih baik. 


Berikan “reward” untuk diri sendiri
Jika Anda telah berhasil mencapai level yang Anda targetkan, maka saatnya untuk menghadiahi diri sendiri dengan sesuatu. Gunakan tabungan yang telah Anda sisihkan untuk tidak membeli rokok dan sebagai gantinya belilah barang yang Anda inginkan dan rayakan keberhasilan Anda dengan sebuah seremoni sederhana.

Sumber: okezone.com

Pandangan keliru tentang kematian

Kematian selalu dilihat sebagai sesuatu yang mengerikan. Pandangan seperti ini memang tidak salah. Kematian adalah peristiwa tragis dan menyedihkan, sehingga banyak orang bahkan hampir semua mahkluk yang bernyawa takut akan mati. Ini berarti bahwa hidup tentu lebih baik daripada mati. Tetapi betapapun mengerikan, kematian adalah suatu kejadian yang mutlak yang tidak terelakkan oleh siapapun. Hidup ini berarti hanyalah proses pasti menuju tragedi itu, dan hidup hanya menanti “kesengsaraan”, hidup adalah guyon yang mengerikan (awful joke), sementara Tolstoy menyebut hidup sebagai tipuan dungu (stupid fraud). Jadi untuk apa manusia hidup? Apakah tidak lebih baik tetap dalam ketiadaan yang tanpa masalah? 

Kaum pesimistis berpendapat bahwa dalam hidup tidak ada kebahagian yang sejati. Semua kebahagiaan di dunia ini hanyalah semu belaka, jika ada orang yang berbahagia, maka kebahagiaan itu memang benar adanya. Tapi sangat sulituntuk menggambarkan kebahagiaan. Paling-paling untuk menggambarkannya, kebahagian dapat diodefinisikan secara negative bahwa kebahagiaan adalah tidak adanya kesengsaraan. Sesuatu yang positif dalam diri manusia seperti organ tubuh yang lengkap, tidaknya dianggap sebagai kebahagiaan. Kerena hal itu sudah dianggap biasa dan lumrah. Sama halnya dalam keadaan sehat. Tetapi jika manusia mengalami kecelakaan dan patah tulang kakinya, maka timbullah kesengsaraan. Dan dalam keadaan sakit baru merasa betapa bahagiannya ketika sedang sehat. 

Meskipun nmasa lalu senantiasa dirindukan dan masa depan selalu diimpikan, tetapi semua itu tidak riil dan hakiki, yang hakiki hanyalah “sekarang” tetapi kerena sekarang itu terdiri dari deretan atom waktu yang selalu bergerak menjadi masa lalu, maka sekarangpun bukanlah hal yang memadai. Sehingga sesungguhnya segala yang lalu telah tiada, segala yang akan datang belumterjadi, dan segala yang ada sekarang tidak memadai. Lalu untuk apa manusia hidup? Bukankan keberadaan kita di dunia ini adalah peristiwa yang terjadi secara kebetulan belaka, tanpa makna dan tujuan hidup? Tolstoy mengajukan bunuh diri sebagai solusi terbaik masalah hidup manusia, dan menyebut orang yang bunuh diri sebagai orang yang kuat dan luar bias, tetapi ia sendiri tidak memasukkan dirinya sebagai kelompok orang-orang istimewa itu. 

Lawan kaum pesimistis adalah golongan optimis, yang memandang hidup ini adalah penuh makna, bertujuan dan bukan peristiwa yang kebetulan belaka. Golongan optimisme dan juga kelompok atheis juga berpendapat bahwa tidak masuk akal jika kematian itu lebih baik dari pada hidup. Oleh kerena itu, mereka melupakan kematian. 

Bagaimanapun hidup adalah lebih baik daripada mati dan memberikan kesempatan untuk hidup kepada seseorang itu lebih baik daripada pembunuhan. Hidup ini adalah penuh makna dan memiliki tujuan serta tidaklah sia-sia belaka.

NASIHAT SEORANG IBU UNTUK ANAK PEREMPUANNYA YANG AKAN MENIKAH

Suatu ketika, Amru bin Hujr seorang raja dari Kindah melamar Ummu Ayyas binti Auf. Saat tiba malam pertama ibunda Ummu Ayyas, Ummamah binti Al Harits memanggil putrinya untuk berbicara empat mata. Saat itulah ia memberikan pesan-pesan kepada putrinya tentang pilar-pilar kehidupan rumah tangga yang bahagia. Pesan itu berkaitan dengan kewajiban seorang perempuan terhadap suaminya. Sang ibu bertutur, "Ananda, kalau pesan ini bisa dicampakkan begitu saja karena sudah ada keutamaan budi pekerti dan kemuliaan keturunan tentu sudah aku campakkan dan sudah kubuang jauh-jauh dari hadapanmu. Akan tetapi pesan ini tetap berguna untuk mengingatkan orang yang lalai sebagai pelajaran bagi orang berakal".

Ananda! Sesunggguhnya engkau akan meningggalkan lingkungan dimana engkau telah dibesarkan oleh kedua orang tuamu. Engkau akan bertemu pendamping yang belum tentu engkau akan merasa nyaman dengannya. Cobalah selalu memperhatikan dan memantau apa saja yang menjadi milik suamimu. Jadilah layaknya hamba perempuan di sisinya. Cermati sepuluh sikap yang akan menjadi harta karun berharga bagimu kelak.

Pertama, tunduklah kepadanya dengan segala kepuasan
Kedua, selalu mendengar dan menaati ucapannya.
Ketiga, selalu menyelidiki kemana matanya memandang, jangan sampai ia memandang yang jelek.
Keempat, selalu menyelidiki kemana hidungnya mencium aroma, jangan sampai ia mencium bau yang tidak sedap.
Kelima, memperhatikan waktu tidurnya, karena kurang tidur bisa membangkitkan amarah.
Keenam, memperhatikan waktu makannya, karena perut yang lapar bisa mengobarkan kemurkaan.
Ketujuh, mengatur keuangan suami.
Kedelapan, memelihara anak-anaknya dan budak belian yang menjadi milik pribadinya. Kunci mengatur keuangan adalah manajemen yang baik. Kunci memelihara anak adalah pendidikan yang bagus.
Kesembilan, jangan melanggar perintahnya.
Kesepuluh, jangan sebarkan rahasianya. 
Kalau kita melanggar perintahnya pasti akan menyakiti jiwanya, Kalau engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak akan selamat dari kejahatannya. Janganlah sekali-kali bergembira di hadapannya di saat ia sedang bermuram durja. Jangan pula kelihatan bersedih di hadapannya saat ia bersuka ria.

Sungguh sebuah pesan yang mengagumkan dari seorang ibu yang memiliki segudang pengalaman. Seorang ibu yang penuh pengertian yang menyadari betapa besar kedudukan suami di hadapan istrinya dan betapa hebat kedudukan istri yang taat kepada suaminya. Semoga menjadi bahan renungan untuk saudari-saudari kita yang hendak menuju ke mahligai rumah tangga agar tercipta kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah

TINGKAH LAKU LAKI-LAKI YANG DIJAMIN MASUK NERAKA

Tidak hanya kaum wanita, yang selama ini paling sering disebut sebagai penghuni terbanyak di neraka. Tahukah Anda bahwa ternyata kaum laki-laki juga nggak kalah potensialnya untuk nyemplung ke neraka. Benarkah demikian? Apa saja penyebab-penyebab utama mereka masuk neraka? Perbuatan dosa apa sajakah yang telah mereka lakukan? 
  1. Laki-Laki yang Tega Bertindak Kejam dan Menindas Perempuan
  2. Laki-Laki yang Suka Mengkhianati Istrinya
  3. Laki-Laki yang Suka Berselingkuh dengan Istri Orang Lain
  4. Laki-laki yang Menelantarkan Keluarganya
  5. Laki-Laki Lintah Darat yang Suka Memeras Orang Kecil, Anak Yatim, dan Fakir Miskin
  6. Laki-Laki yang Suka Korupsi dan Suap-menyuap
  7. Laki-Laki yang Kejam terhadap Anak-anaknya
  8. Laki-Laki Germo
  9. Laki-Laki yang Kejam kepada Orang Tua.

TINGKAH LAKU WANITA YANG DIJAMIN MASUK NERAKA

Siapa pun tentu sudah familiar dengan pernyataan hadits bahwa wanita lebih banyak yang masuk neraka. Tidak melulu di berbagai tempat pengajian, obrolan santai di warung kopi pun sering kali menyinggung tentang wanita-wanita yang dibakar dan disiksa dengan sangat pedih di neraka.
Muncul pertanyaan di benak kita, mengapa lebih banyak wanita yang menjadi kayu bakar neraka?
Jawabannya, tentu disebabkan oleh tindakan atau tingkah laku mereka yang mudah sekali menabrak aturan-aturan agama Islam. Sebab, keburukan itu tidak dianggap dosa jika belum dieksekusi dalam bentuk tingkah laku. Jika Anda berniat memfitnah seseorang, itu tidak dinilai dosa sebelum Anda benar-benar melakukannya.
Lantas, tingkah laku apa saja yang menyebabkan para wanita wajib masuk neraka?

Tingkah Laku Wanita yang Dijamin Masuk Neraka:
• Memamerkan Aurat
• Menyakiti Hati Suami
• Keluar Rumah Tanpa Seizin Suami
• Bersolek agar Dilihat oleh Laki-Laki
• Suka Membicarakan Aib Orang Lain
• Tidak Mengerjakan Shalat dan Ingkar Kepada Allah Swt.
• Mengadu Domba dan Suka Berdusta
• Ahli Fitnah 
• Kikir dan Menutup Diri dari Sesama, dll.

Subhanallah: Cinta Sejati menurut Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya? 

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. 

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”. 

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda? 

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi. 

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB). 

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari. 

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda? 

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur. 

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda. 

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda. 

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini? 

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai: 

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita 
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu. 

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. 

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya. 

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?” 

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata: 

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها. 

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559) 

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1) 

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik:Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri. 

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi? 

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: 

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره 

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) 

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata: 

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ 
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat). 

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan:Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan: 

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ 
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli. 

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian: 

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102 

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102) 

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap? 
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu. 

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya? 

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه 

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih) 

Dan pada hadits lain beliau bersabda: 

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره. 

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) 

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput. 

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67 

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67) 

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat? 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه 

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih) 

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan. 

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku. 

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku… 

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan. 

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote: 
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu): 

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ 

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.” 

Syarat Diterimanya Taubat

Syarat taubat yang mesti dipenuhi oleh seseorang yang ingin bertaubat adalah sebagai berikut: 

Pertama: Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi. 

Kedua: Menyesali dosa yang telah dilakukan sehingga ia pun tidak ingin mengulanginya kembali. 

Ketiga: Tidak terus menerus dalam berbuat dosa. Maksudnya, apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu yang wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya atau meminta maaf. 

Keempat: Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi karena jika seseorang masih bertekad untuk mengulanginya maka itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat. 

Kelima: Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima. 

Inilah syarat taubat yang biasa disebutkan oleh para ulama. 

Filosofi Air dalam kehidupan kita

Air yang sering kita gunakan dalam kehidupan ini ternyata banyak menyimpan keistimewaaan, coba kita perhatikan dan renungkan bagaimana jika air yang Allah SWT turunkan kepada kita itu mempunyai rasa (Pahit, Manis, Asam, dll). mungkin fungsinya gak akan seperti yang kita gunakan sekarang.

Adapun air yang sering kita anggap reme keberadaannya ternyata banyak kelebihan dan pelajaran yang bisa kita ambil diantaranya:
  1. air itu selalu mengalirnya kebawah / kearah yang lebih rendah. ini artinya apa, ternyat disini air memberikan pelajaran kepada kita bahwa dalam kehidupan dunia ini kita mestinya untuk melihat kebawah, membantu yang lemah, berpihak kepada orang-orang yang hidupnya dalam kesengsaraan. 
  2. air itu selalu dibutuhkan keberadannya. artinya bahwa kita sebagai orang mukmin harus bisa memberi manfaat buat saudara kita (setiap saat dan kapanpun)
  3. Air itu selalu memberi kesejukan (coba klu kita lagi dahaga,pasti yang kita butuhkan air). disini air memberikan pelajaran kepada kita bahwa kita ada di dunia ini, sudah sepatutnya kita bisa memberikan kesejukan kepada orang lain, bukan membuat kerusakan dan keonaran.

Inilah sebagain dari keunikan air yang bisa kita jadikan pelajaran dalam kehidupan kita

Ciri dari orang yang Bertaqwa Kepada Allah

Adapun ciri-ciri dari orang yang bertaqwa itu adalah: 
  1. Pelaksanaan iman dan amal shalih 
  2. Memelihara hubungan dengan Tuhan, bukansaja kerena takut, tetapi lebih dari itu kerena kesadaran diri bahwa kita ini hamba Allah. 
Adapun sikap dan sifat orang yang bertaqwa itu adalah; 
  • Menuju keampunan Tuhan 
  • Mengorbankan hartanya dengan tidak memandang keadaan (hingga ia rajin menuntut ilmu dan bekerja keras) 
  • Sanggup menahan Amarah 
  • Memaafkan kesalahan orang lain 
  • Tidak menganiaya diri sendiri 
  • Berbuat kebaikan kepada orang lain 
  • Tidak mengulangi kesalahan yang telah terjadi 
  • Setiap berbuat kesalahan segera ingat kepada Tuhan dan memohon ampunan-Nya