Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

PENEMU BUKAN PENCIPTA

Segala apa yang kita ketahui hanyalah sebuah penemuan atas apa yang telah Allah ciptakan di alam semesta. Jadi bukankah ciptaan kita. Kita kemudian hanya mencoba memahami sifat dasar (nature)-nya secara ilmiah dan rasional untuk kemudian kita manfaatkan bagi kehidupan kita. 

Karena itu kadang saya merasa heran terhadap beberapa ilmuwan yang setelah menemukan dan mendalami apa yang diciptakan Allah, kemudian menolak keberadaan Allah seperti yang dilakukan Laplace, setelah mempelajari hukum alam kemudia mengatakan Tuhan hanyalah hipotesa ilmiah yang kini tidak diperlukan lagi.dan mendeklarasi bahwi ilmu yang didapatkannya adalah karya dan ciptaan mereka.
Dan alam mereka bayangkan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Semoga kita tidak tertular penyakit sekuler mereka dan terhindar dari sijsp sombong mereka!

Oleh: Prof.Dr. Mulyadi Kartanegara

Ilmu pemantasan itu Penting


Terkadang kita sering mengeluh dengan keadaan yang ada..
Misalnya:
kenapa ya rizki yang saya dapatkan berbeda dengan orang lain..?
Kenapa yang saya tidak mendapatkan juara..?
Kenapa ya saya selalu gelisah..?

Jika itu timbul mari kita tanyakan kedalam diri kita...
apakah layak kita medapatkan rizki yang melimpah
apakah kita layak untuk mendapatkan juara..
apakah kita layak untuk selalu bahagia..
dll
.
Jika belum..
mari kita memantaskan diri untuk menyesuikan dengan hasil yang akan kita raih dan impikan..
.
sebagai ilustrasi..
jika kita ingin memiliki air yang banyak..
jangan gayung yang kita sediakan..
minimal kita harus menyediakan / membawa ember atau gentong..
supaya air yang akan kita dapat lebih banyak..
.
begitu juga dengan diri kita..
kalau mau mendapatkan income 1 Miliyaran
berarti kita harus menyipakn mental / mindset untuk posisi 1 milyaran..

Ilmu mengantri lebih baik dari MATEMATIKA

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?
INILAH JAWABANNYA :

Seorang guru di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Saya tanya "kenapa begitu?”

Jawabnya :
1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.


”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”
”Oh banyak sekali.."

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..
Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, sebagai berikut :

1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja!!” 

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.
Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau belajar mengantri.....

Cerita di atas sangat menginspirasi, Dan kami terus berbagi kepada Anda. Kini kami berbagi langsung secara personal kepada Anda via TELEGRAM. 

Info dalam Smartphone Anda dan langsung ke dalam genggaman Anda.

Kami mengajak Anda bergabung dalam Telegram Channel Kami:
https://telegram.me/pendidikankarakter (FREE)

Orang yang tidak akan disentuh api Neraka

4 golongan yang haram disentuh api neraka


ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ 

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yg haram (tersentuh api) neraka?" tanya Rasulullah.
Para sahabat berkata, "Iya, wahai Rasulallah!"
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "(Haram tersentuh api neraka) orang yg hayyin, layyin, qorib, dan sahl" ( Hr. Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Hiban ). 

 Hayyin
Ialah orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat, serta teduh jiwanya.

 Layyin
Adalah orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri . Tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia.

 Qorib
Yaitu pribadi yang akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan diajak bicara. Biasanya murah senyum jika bertemu. 

 Sahl
Mereka tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan orang lain. 

Semoga kita semua dapat memiliki sifat2 dan karakter di atas.
join channel telegram @dakwahonline

10 tanda-tanda orang yang telah menerima Hidayah Allah

10 tanda-tanda orang yang telah menerima Hidayah Allah 
1. Membenci Perbuatan Maksiat
Maksiat adalah penghalang utama menuju ketenangan jiwa dan keridhaan Allah SWT. Membenci maksiat berarti menanamkan dalam diri rasa tidak suka terhadap segala bentuk dosa, baik yang besar maupun kecil. Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin melihat dosa seperti gunung yang hendak jatuh menimpanya." (HR. Bukhari). Dengan membenci maksiat, kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjaga diri dari perbuatan yang dilarang.

2. Membenci Bercakap Kosong
Waktu adalah nikmat yang harus digunakan sebaik mungkin. Bercakap kosong atau berbicara tanpa manfaat hanya akan menyia-nyiakan waktu dan mengeraskan hati. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna." (QS. Al-Mu’minun: 3). Gantilah waktu untuk berbicara kosong dengan pembicaraan yang membawa manfaat, seperti berdiskusi ilmu atau mengingat Allah.

3. Tidak Meninggalkan Salat Fardhu
Salat adalah tiang agama dan kewajiban utama seorang Muslim. Menjaga salat fardhu tepat waktu menunjukkan komitmen kita terhadap perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah salat tepat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim). Jadikan salat sebagai prioritas utama dalam keseharian kita.

4. Sentiasa Membaca Al-Quran
Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi umat manusia. Dengan membacanya setiap hari, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan ketenangan jiwa dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).

5. Rajin Bersolat Tahajjud
Salat Tahajjud adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bangun di sepertiga malam terakhir untuk bermunajat merupakan tanda cinta kita kepada Sang Pencipta. Allah berfirman: "Pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79).

6. Banyak Berzikir
Zikir adalah amalan sederhana yang memiliki dampak besar. Dengan banyak berzikir, hati menjadi tenang dan hubungan dengan Allah semakin erat. Allah SWT berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28). Biasakan membaca zikir pagi dan petang sebagai pelindung dan penguat iman.

7. Banyak Berdoa
Doa adalah senjata seorang mukmin. Jangan ragu untuk memohon kepada Allah SWT, karena Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah inti dari ibadah." (HR. Tirmidzi). Perbanyaklah doa, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, karena itu menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah.

8. Bersangka Baik Terhadap Allah SWT
Berprasangka baik kepada Allah adalah tanda keimanan yang kuat. Dalam setiap ujian, yakinlah bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk kita. Rasulullah SAW bersabda: "Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan bersangka baik, hati menjadi lebih tenang dan penuh rasa syukur.

9. Perubahan Akhlak Menjadi Baik
Akhlak yang baik adalah cerminan iman. Rasulullah SAW bersabda: "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi). Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki akhlak kita, seperti lebih sabar, ramah, dan rendah hati kepada sesama.

10. Tidak Mengeluh Ketika Bermasalah
Mengeluh hanya akan memperburuk keadaan. Sebaliknya, jadikan masalah sebagai peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan tawakal. Allah berfirman: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6). Bersikap sabar dan tawakal akan mendatangkan solusi dan keberkahan dalam hidup.

Perbedaan Sehat dan Afiat


Bahasa al-Qur’an ada sehat dan ‘afiat. Keduanya memiliki makna yang berbeda. Sehat itu adalah berfungsinya anggota badan sesuai dengan tujuan diciptakannya anggota badan. ‘Afiat sendiri ada beberapa makna, antara lain adalah berfungsinya anggota badan sesuai dengan tujuan Allah menganugerahkan anggota badan, misal mata yang sehat bisa baca koran, tetapi mata itu tidak ‘afiat kalau digunakan untuk melihat hal-hal yang terlarang. Pengertian lain dari ‘afiat adalah perlindungan Allah kepada hamba-Nya sehingga terhindar dari bencana dan tipu daya. ‘Afiat bisa berkaitan dengan jasmani, rohani, dan juga pikiran.