Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Kesungguhan Membawa keberuntungan

Pada zaman dahulu, di padang pasir yang tandus, hiduplah seorang pemuda yang sangat percaya dengan Allah SWT dan sangat yakin dengan sabda-sabda Rosul SAW, sebutkan saja namanya Farhan. dengan segala keyakinannya farhan berangkat dari negeri syam menuju mekkah untuk melaksanakan umroh, terniatlah dalam hatinya sambil berdoa "ya Allah alangkah indahnya jika perjalanan yang suci ini saya diampingi oleh seorang perempuan (istri)" maklumlah farhan ini masih belum mempunyai pasangan dalam hidupnya.

diperjalan farhan beristirahat untuk melepas lelah, dipandangnya langit yang begitu indah dengan cahaya matahari yang begitu terik, farhan bergumam "begitu banyaknya penduduk disini, tapi adakah seorang perempuan yang cantik yang ingin menjadi istrinya" lalu dengan semangat yang menggebu, bernajaklah farhan dari tempa duduknya dan ia memsauki kampung untuk bertemu dengan warga disana.

farhan: wahai saudaraku, adakah perempuan yang paling cantik dikampung ini?
B : perempuan dikampung ini banyak wahai saudaraku, camu kalau anda menanyakan perempuan yang paling cantik, menurut kami dikampung ini cuma satu, yakni putri raja.
Farhan : dimanakah dia tinggal? "maklum ini pemuda sangat lugu, kerena hidup dipelosok kota"
B : dia tinggal di istana bersama Raja.
farhan : dimanakah istana itu?
B : Kalau dri sini kurang lebih perjalanan 10 Km lagi.
farhan : terima kasih inforasinya wahai saudaraku

dengan hati yang berbunga-bunga, pemuda ini mempercepat langkahnya untuk meuju istana raja, sambil berguman dan berhayal "inilah saatnya saya akan mendapatkan pendamping hidup"

Sesampai digerbang istana pemuda ini diusir oleh penjaga istana, dengan kasarnya penjaga istana berkata "orang seperti Anda tidak layak untuk memijaki istana, ini tempat yang layak di pijaki oleh orang-orang yang kaya dan terpandang" tapi dengan sabar dan penuh keyakinan pemuda ini berkata " saya memang orang tidak mempunyai apa-apa, tapi saya ingin bertemu dengan raja untuk menyampaikan keinginan saya yang isinya sangat penting dalam kehidupan saya" tapi penjagaan istana tidak mengizikan sehingga timbullah percekcokan dan keributan di depan istana sehingga terdengarlah oleh raja.

raja keluar dan menghampiri pemuda itu tadi sambil membawanya kedalam;
Raja : wahai pemuda, ada apa gerangan hamba datang kesini?
Farhan : dengan nada yang sangat santai pemuda ini berucapa " saya datang kesini, mempunyai niat yang tulus untuk meminang putri raja"
Raja : dengan persaaan yang kaget, kerena yang ada dihadapan raja ini pemuda yang pakayan yang kumuh dan hanya membawa buntil pakayan yang sudah tidak layak pakai, raja bingung mau bilang apa, kerena jika ditolak jangan-jangan ini adalah wali Allah atau juga ini seorang nabi khidir, tapi jika ini manusia biasa, maka jika diterima raja telah membuat kepusan yang salah terhadap putrinya.
Farhan ; bagaimana raja, lamaran saya diterima!?
Raja : begini wahai pemuda, apa yang bisa Anda berikan terhadap putri saya?
Farhan : saya mempunyai ini (sambil menunjukkan bawaannya) yang didalamnya itu selain baju yang kotor terdapat sebuah mangko untuk wadah disaat pemuda ini makan.
Raja: jadi yang Anda punya hanya ini?
Farhan  : ia raja
Raja : klau itu yang Anda punya, Anda tidak akan mendapatkan putri saya "sambil merasa dipermalukan dan bingung.. dalam fikirannya berkecamuk, jangan-jangan ini bukan pemuda biasa, tapi bagaimana cara menolknya???. begini anak muda, itu mangko Anda isi dulu dengan mutiara sampai penuh, baru anda bisa melamatr putri saya.. fikir raja jika dia pemuda luar biasa pasti ia bisa mengisi mangko itu dengan mutiara
Farhan : dengan dungu nya pemuda ini berucapa "cuma itu permintaan nya wahai raja?"
Raja : ia
Farhan : dimana saya harus mencari mutiara itu wahai raja??
Raja : dengan ketus raja berucapa "dimana saja asalkan mutiara itu bisa memenuhi mangko Anda."
Farhan : klu begitu akan saya penuhi permintaan Raja, tapi...... saya ingin berjumpa dulu dengan putri raja (emh.. biar tambah semangat cari mutiara neh. hehehehe)

Setelah bertemu dengan putri raja, pemuda ini langsung berangkat untuk mencari mutiara demi memenuhi permintaan raja, setelah lelah berjalan pemuda ini bertemu dengan seorang yang sudah tua rentah dan dia menanyakan; wahai pak tua dimanakah saya bisa menemukan mutiara, lalu pak tua ini berucap, silakan anda pergi kelautan kerena disana anda akan menemukan mutiara, tapa basa bsai lagi pemuda ini langsung mencari lautan untuk menemukan mutiara. sesampai dilautan pemuda yang lugu ini bertanya kepada seorang nelayan. wahai nelayan dimanakah saya bisa menemukan mutiara, lalu nelayan itu menjawab; anda bisa menemukan mutiara jika anda bisa menyelam kedasar lautan. emh... sambil bergumam pemuda ini bingung kerena dia sendiri tidak bisa berenang apa lagi mau menyelam.. tapi dengan semangat yang ada, dan yakin bahwa segala sesuatu itu bisa didapatkan jika kita percaya Allah ada dan Allah pasti menolong orang-orang yang membutuhkanNya.

Pemuda ini langsung menyipkan mangkok yang ia bawa untuk menimbah air laut, kerena dalam pemikirannya air laut pasti akan kering jika dibuang dan jika air laut kering dia akan menemukan mutiara. berhari-hari, berbulan-bulan pemuda ini menimbah air lauit ini, tapi apa yang dia dapat, air laut itu tidak berkurang sedikitpun....

Singkat cerita, pada hari yang terik itu, pemuda ini beristirahat dari lelahnya menimbah air laut, dalam keadaan semacam ini, ada orang yang lewat dan bertanya kepada pemuda ini;
A :sedang apa gerangan
Frahan: saya sedang menimbah air laut, sudikah Anda membantu saya??
A : bukan menjawab, orang ini pergi dengan gawa mengejek kerena dia yakin pemuda itu orang gila..

lalu tidak berselang lama, lewat lagi pemudah kedua
B: sedang apa wahai pemuda, sepertinya anda sedang lelah?
Farhan : saya sedang mencari mutiara yang ada di dasar lautan, makanya saya menimbah air luat ini supaya air laut ini kering dan saya bisa dengan mudahnya mengabil mutaira itu.
B: mohon maaf wahai Farhan saya tidak bisa membantu anda kerna ini bukan pekerjaan yang mudah...

ternyata percakapan pemuda ini dengan orang yang lewat kedua ini di dengar oleh ikan dipinggir pantai, dengan perasaan galau dan gelisah ikan ini berlari kedasar lautan untuk bertemu dengan raja ikan dan melaporkan keadaan yang sedang gawat ini, kerena ikan ini beranggapan bahwa laut akan kering kerena ulah pemuda yang sedang mencari mutaiara itu.

Ikan: lapor, keadaan sedang gawat, diatas sana ada seorang pemuda yang sedang menimbah air laut.
rraja ikan : darimana engkau bisa mendapatkan info ini
Ikan : Saat saya main dipinggir pantai saya mendengar percakapan seorang pemuda dengan seorang yang lagi menimba air, dia bilang bahwa dia akan mencai mutiara.

Bersambung

Khutbah IdulAdha: Hikmah Idul Qurban dan Keshalehan Nabi Ibrahim

Di pagi hari yang penuh barokah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita laksanakan ruku’ dan sujud sebagai manifestasi perasaan taqwa kita kepada Allah SWT. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah. 

Karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian: Marilah kita selalu bertawa kepada Allah SWTdengan menundukkan kepala dan jiwa kita di hadapan Allah Yang Maha Besar. Campakkan jauh-jauh sifat keangkuhan dan kecongkaan yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Sebab apapun kebesaran yang kita sandang, kita kecil di hadapan Allah. Betapapun perkasanya kita, masih lemah dihadapan Allah Yang Maha Kuat. Betapapun hebatnya kekuasaan dan pengaruh kita, kita tidak berdaya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya. 

Allahuakbar 3x 
Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, 
Ada beberapa Nama Yang melekat dengan Hari Raya Idul Adha ini; yang pertama: “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian yang sama yakni serba putih, Menghadap kearah yang sama, memiliki Tuhan yang Sama, ini semua melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Menandakan bahwa mereka sederajat, dan Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, dengan bersama-sama membaca kalimat talbiyah. 

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ 

Kemudian yang kedua “Idul Qurban”, karena merupakan hari raya yang menekankan pada arti berkorban. Qurban itu sendiri memiliki makna dekat (yakni mendekatkan diri kepada Allah), kita berqurabn dengan menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Masalah pengorbanan ini, dalam lembaran sejarah kita diingatkan pada beberapa peristiwa yang menimpa Nabiyullah Ibrahim AS beserta keluarganya (Ismail dan Siti Hajar). 

Adapun Pengorbanan-pengorbanan Nabi Ibrahim ini bisa kita lihat; pertama; Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya siti Hajar bersama Nabi Ismail putranya, Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, Tapi Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal. 

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak bisa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan. 

Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok negeril, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, ini semua berkat do’a Nabi Ibrahim AS, hal ini dilukiskan oleh Allah dalam Al-Qur’an: 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126) 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, 
Kemudian yang ketiga idul adha disebut juga sebagai “Idul Nahr” artinya hari memotong kurban. Dalam hal memotong hewan qurban ini, kita akan melihat pengorbanan yang kedua yang menimpa nabi Ibrahim AS; yakni Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk memotong Anaknya yang bernama Ismail yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, cerdas, sehat dan cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa itu dinyatakan dalam Al-Qur’an Surah As-Shoffat : 102 : 

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ 

Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS As-shaffat: 102). 

Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah. Iblis datang menggoda sang ayah, sang ibu dan sang anak silih berganti. Akan tetapi Nabi Ibrahim, Siti hajar dan Nabi Ismail tidak tergoyah oleh bujuk rayuan iblis yang menggoda agar membatalkan niatnya. Bahkan siti hajarpun mengatakan, : ”jika memang benar perintah Allah, akupun siap untuk di sembelih sebagai gantinya ismail.” Mereka melempar iblis dengan batu, mengusirnya pergi dan Iblispun lari tunggang langgang. Dan ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah; jumrotul ula, wustho, dan aqobah yang dilaksanakan di mina. 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah 
Dalam keadaan seperti itu Allah SWT memerintahkan jibril untuk mengambil seekor kibasy dari surga sebagai gantinya. Dan Allah swt berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya, tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi ayah dan anak yang telah melaksanakan apa yang telah Allah Perintahkan. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 107-110: 

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ 

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” 

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ 

“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.” 

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ 

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.” 

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ 

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” 
Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril menyaksikan ketaatan keduanya, setelah kembali dari syurga dengan membawa seekor kibasy, kagumlah ia seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menyambutnya “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian di sambung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’ 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah 
Inilah sejarah pertamanya korban di Hari Raya Qurban. Yang kita peringati pada pagi hari ini. Allah Maha pengasih dan Penyayang. Korban yang diperintahkan bukan seperti yang diperintahkan kepada Nabi Ibrahim, yakni menyembelih anaknya sendiri, namun cukup binatang ternak, baik kambing, sapi, kerbau maupun lainnya. Sebab Allah tahu, kita tidak akan mampu menjalaninya, jangankan memotong anak kita sendiri, memotong sebagian harta kita untuk menyembelih hewan qurban, kita masih terlalu banyak berfikir. memotong 2,5 % harta kita untuk zakat, kita masih belum menunaikannya. Memotong sedikit waktu kita untuk sholat lima waktu, kita masih keberatan. Menunda sebentar waktu makan kita untuk berpuasa, kita tak mampu melaksanakannya, dan sebagainya. Begitu banyak dosa dan pelanggaran yang kita kerjakan, yang membuat kita jauh dari Rahmat Allah SWT. 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah 
Adapun Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha ini adalah, bahwa hakikat manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah taqwanya. 

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ 

Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada saat wukuf di Arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban. 
Di samping itu, kesan atau i’tibar yang dapat diambil dari peristiwa nabi Ibrahim diatas adalah: 
Pertama, Hendaknya kita sebagai orang tua, mempunyai upaya yang kuat membentuk anak yang sholih, menciptakan pribadi anak yang agamis, anak yang berbakti kepada orang tua, lebih-lebih berbakti terhadap Allah dan Rosul-Nya. 
Kedua, perintah yang telah digariskan oleh Allah SWT, harus dilaksanakan. Harus disambut dengan tekad sami’na wa ‘atha’na. Karena sesungguhnya, ketentuan-ketentuan Allah SWT pastilah manfaatnya kembali kepada kita sendiri. 
Ketiga, adalah kegigihan syaitan yang terus menerus mengganggu manusia, agar membangkang dari ketentuan Allah SWT. Syaitan senantiasa terus berusaha menyeret manusia kepada kehancuran dan kegelapan. Maka janganlah mengikuti bujuk rayu syaithon, karena sesungguhnya syaithon adalah musuh yang nyata. 
Keempat, jenis sembelihan berupa binatang ternak, artinya dengan matinya hawan ternak yang kita sembelih, dan menetesnya darah, ini melambangkan kita membuang kecongkaan dan kesombongan kita, dan semua hawa nafsu hayawaniyah harus kita buang, jangan dibiarkan tumbuh subur dalam hati kita. 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, 
Sangatlah tepat apabila perayaan Idul Adha digunakan menggugah hati kita untuk berkorban bagi negeri kita tercinta, yang tidak pernah luput dirundung kesusahan dan perselisihan. Jika kita lihat dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS diatas, yang dicatat dalam sejarah umat manusia itulah yang membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul, dan mempunyai arti yang sangat besar. Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan dilepasnya siti hajar dan Ismail di lembah yang tandus, maka timbullah air zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahun yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter. 

Akhirnya dalam kondisi seperti ini kita banyak berharap, berusaha dan berdoa, mudah-mudahan kita semua, para pemimpin kita, pejabat-pejabat kita, dalam berjuang tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok, tapi berjuang untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara. Kendatipun perjuangan itu tidaklah mudah, memerlukan pengorbanan yang besar. Oleh kerena itulah, Hanya orang-orang bertaqwa lah yang sanggup melaksanakan perjuangan dan pengorbanan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang besar bagi ummat dan masyarakat generasi penerus kita nantinya. 

أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah kedua: 

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا 

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ. 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسعيهم سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذنبهم ذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعملهم عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنا يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ. 

Ya Allah ya Ghoffar, ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa suami / istri kami, dosa anak-anak kami, dosa saudara-saudara kami dan dosa orang yang pernah berjasa kepada kami. 

Ya Allah ya Rahiim, tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang penuh dengan peunjuk dan ridhomu, bukan jalan yang engkau sesatkan dan bukan juga jalan yang mendatangkan murkaMU 

Ya Allah ya Rahiim, berikanlah haji saudara-saudara kami menjadi haji yang mabrur, haji yang bisa memberi manfaat buat diri mereka secara pribadi, yakni pahala Syurga dan dan haji yang berdampak positif buat keluarga dan masyarakat disekitarnya. 

Ya Allah, terimalah Qurban saudara-saudara kami, jadikan itu sebagai amal ibadah disisimu 

Ya Allah, berikanlah kami yang belum melaksanakan rukun islam yang kelima ini, untuk secepatnya bisa melaksanakannya, kami memohon kepadaMu, jangan engkau panggil kami untuk meninggalkan dunia ini, sebelum kami bisa menginjakkan kaki kami kerumahMu untuk melaksanakan haji, Kami juga ingin menginjakkan kaki kami di masjid RosulMu Muhammad SAW, kami ingin berziarah kemaqomnya ya Allah, begitu besar rasa rindu ini kepadanya. 

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ 

و السلام عليكم ورحمة اللهِ وبركا تــه