4 Kunci Ketenangan Hidup: Sedikit Makan, Sedikit Dosa, Sedikit Pikiran dan Sedikit Bicara

Ada banyak orang mencari ketenangan hidup, tetapi tidak semua orang mengetahui bahwa ketenangan sering kali justru hadir ketika kita mampu mengurangi sesuatu.

Mengurangi makanan yang berlebihan, mengurangi dosa, mengurangi terlalu banyak memikirkan urusan yang tidak perlu, serta mengurangi perkataan yang tidak bermanfaat.
Sebuah nasihat yang sangat indah berbunyi:

رَاحَةُ الْجِسْمِ فِي قِلَّةِ الطَّعَامِ،
وَرَاحَةُ النَّفْسِ فِي قِلَّةِ الْآثَامِ،
وَرَاحَةُ الْقَلْبِ فِي قِلَّةِ الْاهْتِمَامِ،
وَرَاحَةُ الْإِنْسَانِ فِي قِلَّةِ الْكَلَامِ

Artinya:
"Ketenangan tubuh terdapat pada sedikitnya makanan, ketenangan jiwa terdapat pada sedikitnya dosa, ketenangan hati terdapat pada sedikitnya perhatian terhadap hal-hal yang tidak perlu, dan ketenangan manusia terdapat pada sedikitnya perkataan."

Nasihat singkat ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup yang tenang bukan selalu tentang memiliki lebih banyak, tetapi tentang mampu mengurangi sesuatu yang berlebihan.

1. Ketenangan Tubuh dengan Mengurangi Makanan

رَاحَةُ الْجِسْمِ فِي قِلَّةِ الطَّعَامِ
"Ketenangan tubuh terdapat pada sedikitnya makanan."

Tubuh membutuhkan makanan, tetapi tubuh tidak membutuhkan makanan secara berlebihan.

Makan terlalu banyak dapat membuat tubuh terasa berat dan mengganggu aktivitas. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.

Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Maka, salah satu bentuk menjaga kenyamanan tubuh adalah belajar mengendalikan keinginan untuk makan secara berlebihan.

Bukan berarti kita harus meninggalkan makanan atau membuat tubuh kekurangan nutrisi. Yang diajarkan adalah menjaga keseimbangan dan menghindari sikap berlebihan.

2. Ketenangan Jiwa dengan Mengurangi Dosa

وَرَاحَةُ النَّفْسِ فِي قِلَّةِ الْآثَامِ
"Ketenangan jiwa terdapat pada sedikitnya dosa."
Tidak semua kegelisahan manusia disebabkan oleh persoalan dunia.

Terkadang hati menjadi berat karena dosa yang dilakukan. Semakin seseorang terbiasa melakukan maksiat, semakin mudah hati kehilangan ketenangannya.

Sebaliknya, ketika seseorang berusaha meninggalkan dosa, memperbanyak istighfar dan kembali kepada Allah SWT, hatinya akan mendapatkan ketenangan.

Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."(QS. Ar-Ra'd: 28)

Karena itu, jika kita menginginkan ketenangan hati dan ketenangan jiwa, jangan hanya mencari hiburan dari dunia. Periksa juga hubungan kita dengan Allah.

Kurangi dosa. Perbanyak istighfar. Tinggalkan maksiat. Perbaiki ibadah.

3. Ketenangan Hati dengan Mengurangi Pikiran yang Tidak Perlu

وَرَاحَةُ الْقَلْبِ فِي قِلَّةِ الْاهْتِمَامِ
"Ketenangan hati terdapat pada sedikitnya perhatian terhadap hal-hal yang tidak perlu."

Banyak manusia kehilangan ketenangan bukan karena terlalu banyak masalah, tetapi karena terlalu banyak memikirkan sesuatu yang sebenarnya berada di luar kendalinya.

Kita memikirkan perkataan orang lain.
Memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
Memikirkan masa lalu yang tidak mungkin kembali.
Memikirkan masa depan yang belum terjadi.

Bahkan terkadang kita memikirkan kehidupan orang lain sampai lupa memperbaiki kehidupan sendiri.

Padahal tidak semua hal harus kita pikirkan.
Ada perkara yang harus kita usahakan. Ada perkara yang harus kita serahkan kepada Allah.

Belajar membedakan keduanya adalah salah satu jalan menuju ketenangan hati dan pikiran.

Fokuslah pada apa yang bisa kita perbaiki hari ini.
Jika ada kesalahan, perbaiki.
Jika ada dosa, bertaubat.
Jika ada masalah, ikhtiarkan solusinya.
Setelah itu, serahkan hasilnya kepada Allah SWT.

4. Ketenangan Manusia dengan Mengurangi Bicara

وَرَاحَةُ الْإِنْسَانِ فِي قِلَّةِ الْكَلَامِ
"Ketenangan manusia terdapat pada sedikitnya perkataan."

Lisan adalah salah satu anggota tubuh yang paling mudah membawa seseorang kepada kebaikan sekaligus keburukan.

Dengan satu perkataan, seseorang dapat menyenangkan hati orang lain.

Namun dengan satu perkataan pula, seseorang dapat menyakiti hati, menimbulkan fitnah, memecah persaudaraan, bahkan menimbulkan permusuhan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

Karena itu, tidak semua yang kita ketahui harus kita katakan.
Tidak semua yang kita dengar harus kita sebarkan.
Tidak semua kesalahan orang lain harus kita komentari.
Dan tidak setiap perdebatan harus kita menangkan.
Terkadang diam adalah bentuk keselamatan.

Jangan Hanya Menginginkan Hidup yang Tenang, Tetapi Kurangi Penyebab Kegelisahan

Kita sering berdoa agar mendapatkan kehidupan yang tenang.

Namun terkadang kita sendiri masih mempertahankan banyak hal yang membuat hati gelisah.

Ingin hati tenang, tetapi masih banyak dosa.
Ingin pikiran tenang, tetapi terlalu sibuk memikirkan kehidupan orang lain.

Ingin hubungan dengan manusia baik, tetapi lisan masih sering menyakiti.

Ingin tubuh sehat, tetapi pola makan tidak terkendali.
Maka nasihat ini mengajarkan sebuah prinsip sederhana:

Jika ingin mendapatkan ketenangan, belajarlah mengurangi sesuatu yang berlebihan.

Kurangi makan yang berlebihan.
Kurangi dosa.
Kurangi memikirkan sesuatu yang tidak perlu.
Kurangi perkataan yang tidak bermanfaat.

Empat Perkara yang Perlu Dikurangi
Dari nasihat tersebut, kita dapat mengambil empat pelajaran penting:

1. قِلَّةُ الطَّعَامِ — Sedikit makanan
Menjaga tubuh dari makan dan minum secara berlebihan.

2. قِلَّةُ الْآثَامِ — Sedikit dosa
Menjaga jiwa dengan meninggalkan maksiat dan memperbanyak taubat.

3. قِلَّةُ الْاهْتِمَامِ — Sedikit memikirkan hal yang tidak perlu
Menjaga hati agar tidak terbebani oleh perkara di luar kendali kita.

4. قِلَّةُ الْكَلَامِ — Sedikit berbicara
Menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat, ghibah, fitnah dan perkataan yang menyakiti.

Penutup
Pada akhirnya, ketenangan hidup bukan selalu diperoleh dengan menambah sesuatu, tetapi terkadang dengan menguranginya.

Kurangi makanan yang berlebihan agar tubuh lebih ringan.
Kurangi dosa agar jiwa lebih tenang.
Kurangi perhatian terhadap perkara yang tidak perlu agar hati tidak terlalu terbebani.
Dan kurangi perkataan yang tidak bermanfaat agar hidup lebih selamat.

Semoga Allah SWT memberikan kepada kita tubuh yang sehat, jiwa yang tenang, hati yang bersih dan lisan yang senantiasa berkata baik.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا قَلْبًا مُطْمَئِنًّا، وَنَفْسًا مُطْمَئِنَّةً، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَعَمَلًا صَالِحًا

"Ya Allah, karuniakanlah kepada kami hati yang tenteram, jiwa yang tenang, lisan yang senantiasa berdzikir dan amal yang saleh."

Komentar