Kaidah Bahasa Arab Kelas 12 Bab 2: Fi'il Mabni lil Ma'lum dan Mabni lil Majhul – Penjelasan, Contoh dan Latihan

KAIDAH BAHASA ARAB MA KELAS XII

الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ وَالفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ

BAB 2 — Fi'il Mabni lil Ma'lum dan Fi'il Mabni lil Majhul

Dalam Bahasa Arab, sebuah kalimat dapat menyebutkan dengan jelas siapa yang melakukan pekerjaan, tetapi dapat pula tidak menyebutkan pelakunya.

Dari sinilah kita mengenal dua bentuk penting dalam kaidah Bahasa Arab:

الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ
وَ
الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ

Dalam Bahasa Indonesia, pembahasan ini kurang lebih dapat dipahami melalui perbedaan antara kalimat aktif dan kalimat pasif.

📖 1. الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ

Pengertian Mabni lil Ma'lum

الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ adalah kata kerja yang pelakunya diketahui dan disebutkan dalam susunan kalimat.

Pelaku pekerjaan tersebut dalam ilmu nahwu disebut فَاعِلٌ (fa'il).

Perhatikan contoh berikut:

كَتَبَ الطَّالِبُ الرِّسَالَةَ.

Siswa itu menulis surat.

Pada kalimat tersebut kita mengetahui siapa yang menulis. Pelakunya adalah:

الطَّالِبُ

Karena pelakunya disebutkan, kata kerja كَتَبَ merupakan fi'il mabni lil ma'lum.

🔎 Analisis Nahwu
كَتَبَ : فِعْلٌ مَاضٍ
الطَّالِبُ : فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ
الرِّسَالَةَ : مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ

2. Struktur Kalimat Aktif

فِعْلٌ + فَاعِلٌ + مَفْعُولٌ بِهِ
Kata kerja + Pelaku + Objek

Contoh lain:

قَرَأَ أَحْمَدُ الكِتَابَ.
فَتَحَ عَلِيٌّ البَابَ.
حَفِظَ زَيْدٌ القُرْآنَ.

Artinya: Ahmad membaca buku, Ali membuka pintu, dan Zaid menghafal Al-Qur'an.

📘 3. الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ

Pengertian Mabni lil Majhul

الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ adalah bentuk kata kerja yang fa'il atau pelakunya tidak disebutkan.

Ketika kalimat aktif diubah menjadi bentuk majhul, fa'il dihilangkan. Kemudian maf'ul bih menggantikan posisi fa'il dan disebut:

نَائِبُ الْفَاعِلِ

Na'ibul Fa'il — Pengganti Fa'il

4. Dari Ma'lum Menjadi Majhul

Ma'lum Majhul
كَتَبَ الطَّالِبُ الرِّسَالَةَ. كُتِبَتِ الرِّسَالَةُ.
Siswa menulis surat. Surat itu ditulis.

Perhatikan perubahan tersebut.

الطَّالِبُ ← حُذِفَ
الرِّسَالَةَ ← الرِّسَالَةُ

الطَّالِبُ sebagai fa'il dihapus. Sementara الرِّسَالَةَ yang sebelumnya maf'ul bih berubah menjadi الرِّسَالَةُ dan berkedudukan sebagai نَائِبُ الْفَاعِلِ.

🟣 5. Apa Itu نَائِبُ الْفَاعِلِ?

نَائِبُ الْفَاعِلِ secara sederhana berarti kata yang menggantikan kedudukan fa'il setelah fa'il dihapus dari kalimat pasif.

Salah satu aturan terpenting yang harus diingat adalah:

نَائِبُ الْفَاعِلِ مَرْفُوعٌ

Na'ibul fa'il hukumnya marfu'.

Contoh:

كُتِبَتِ الرِّسَالَةُ.
🔎 Analisis Nahwu
كُتِبَتْ : فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ
الرِّسَالَةُ : نَائِبُ فَاعِلٍ مَرْفُوعٌ

🟠 6. Cara Membentuk Fi'il Madhi Majhul

Pada fi'il madhi, pola dasar pembentukan majhul adalah:

ضُمَّ أَوَّلُهُ وَكُسِرَ مَا قَبْلَ آخِرِهِ

Artinya: huruf pertama didhammahkan dan huruf sebelum huruf terakhir dikasrahkan.

فَعَلَ ← فُعِلَ
Ma'lum Majhul Arti Majhul
كَتَبَ كُتِبَ Telah ditulis
فَتَحَ فُتِحَ Telah dibuka
قَرَأَ قُرِئَ Telah dibaca
حَفِظَ حُفِظَ Telah dihafal

🟢 7. Cara Membentuk Fi'il Mudhari' Majhul

Untuk fi'il mudhari', pola dasar yang perlu diingat adalah:

ضُمَّ أَوَّلُهُ وَفُتِحَ مَا قَبْلَ آخِرِهِ

Artinya: huruf pertama didhammahkan dan huruf sebelum huruf terakhir difathahkan.

يَفْعَلُ ← يُفْعَلُ
Ma'lum Majhul Arti Majhul
يَكْتُبُ يُكْتَبُ Ditulis
يَفْتَحُ يُفْتَحُ Dibuka
يَقْرَأُ يُقْرَأُ Dibaca
يَحْفَظُ يُحْفَظُ Dihafal

8. Langkah Mengubah Kalimat Ma'lum Menjadi Majhul

Untuk tingkat dasar, perubahan dapat dipahami melalui tiga langkah berikut.

Langkah 1: Ubah bentuk fi'il ma'lum menjadi fi'il majhul.

Langkah 2: Hapus fa'il atau pelaku dari kalimat.

Langkah 3: Maf'ul bih mengambil kedudukan fa'il dan menjadi نَائِبُ الْفَاعِلِ, sehingga hukumnya menjadi marfu'.

9. Contoh Proses Perubahan

كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ.
↓
كُتِبَ الدَّرْسُ.

Perubahannya:

Unsur Sebelum Sesudah
Fi'il كَتَبَ كُتِبَ
Fa'il الطَّالِبُ Dihapus
Maf'ul bih الدَّرْسَ الدَّرْسُ
Kedudukan baru مَفْعُولٌ بِهِ نَائِبُ فَاعِلٍ
📌 Penjelasan Tambahan Nahwu–Sharaf

Contoh-contoh di atas menggunakan fi'il shahih yang perubahannya relatif mudah. Dalam Bahasa Arab terdapat pula fi'il mu'tal seperti قَالَ، بَاعَ yang bentuk majhulnya mengalami perubahan lebih khusus.

Contoh:

قَالَ ← قِيلَ
بَاعَ ← بِيعَ

Karena itu, rumus فَعَلَ ← فُعِلَ sangat baik digunakan untuk memahami pola dasar, tetapi penerapannya pada fi'il mu'tal perlu memperhatikan kaidah sharaf dan perubahan huruf 'illat.


Perlu diperhatikan pula bahwa istilah مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ tidak selalu berarti bahwa pelaku benar-benar “tidak diketahui”.

Dalam analisis nahwu, yang paling penting adalah pelaku tidak disebutkan di dalam susunan kalimat. Pelaku mungkin saja sebenarnya telah diketahui dari konteks.

⭐ RUMUS CEPAT BAB 2
المَاضِي:
فَعَلَ ← فُعِلَ

المُضَارِعُ:
يَفْعَلُ ← يُفْعَلُ

المَعْلُومُ:
فِعْلٌ + فَاعِلٌ + مَفْعُولٌ بِهِ

المَجْهُولُ:
فِعْلٌ مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ + نَائِبُ فَاعِلٍ
💡 Cara Cepat Membedakan

Jika pelaku disebutkan: مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُومِ.

Jika pelaku dihapus dan objek menggantikan kedudukannya: مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ.

كَتَبَ عَلِيٌّ الدَّرْسَ
↓
كُتِبَ الدَّرْسُ
REKOMENDASI BELAJAR BAHASA ARAB

📚 Belajar Bahasa Arab Bersama Almabrur

Ingin memahami nahwu, sharaf, dan Bahasa Arab dengan lebih mudah? Temukan berbagai media pembelajaran dari Almabrur Arabic Learning untuk menemani belajar di rumah maupun di madrasah.

📝 Latihan Kaidah BAB 2 — 15 Soal Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat berdasarkan kaidah المَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ وَالمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ.

1. Fi'il mabni lil ma'lum adalah fi'il yang ....

A. fa'ilnya disebutkan
B. fa'ilnya selalu dihapus
C. tidak mempunyai pekerjaan
D. selalu berbentuk perintah


2. Fi'il mabni lil majhul adalah bentuk fi'il yang ....

A. fa'ilnya harus disebutkan
B. fa'ilnya tidak disebutkan
C. tidak mempunyai na'ibul fa'il
D. selalu berupa isim


3. Perhatikan kalimat:

كَتَبَ أَحْمَدُ الرِّسَالَةَ.

Fa'il dalam kalimat tersebut adalah ....

A. كَتَبَ
B. أَحْمَدُ
C. الرِّسَالَةَ
D. كَتَبَ أَحْمَدُ


4. Maf'ul bih pada kalimat كَتَبَ أَحْمَدُ الرِّسَالَةَ adalah ....

A. كَتَبَ
B. أَحْمَدُ
C. الرِّسَالَةَ
D. أَحْمَدُ الرِّسَالَةَ


5. Bentuk majhul dari كَتَبَ adalah ....

A. كَاتِبٌ
B. كُتِبَ
C. يَكْتُبُ
D. اُكْتُبْ


6. Bentuk majhul dari فَتَحَ adalah ....

A. فَاتِحٌ
B. فُتِحَ
C. يَفْتَحُ
D. مَفْتُوحٌ


7. Bentuk majhul dari يَكْتُبُ adalah ....

A. يُكْتَبُ
B. يَكْتَبُ
C. كُتِبَ
D. كَاتِبٌ


8. Bentuk majhul dari يَفْتَحُ adalah ....

A. يَفْتُحُ
B. يُفْتِحُ
C. يُفْتَحُ
D. فُتِحَ


9. Ketika kalimat ma'lum diubah menjadi majhul, fa'il ....

A. menjadi manshub
B. dihapus
C. menjadi majrur
D. tetap harus disebutkan


10. Maf'ul bih yang menggantikan kedudukan fa'il disebut ....

A. المُبْتَدَأُ
B. الخَبَرُ
C. نَائِبُ الفَاعِلِ
D. المُضَافُ إِلَيْهِ


11. Hukum i'rab na'ibul fa'il adalah ....

A. manshub
B. majrur
C. majzum
D. marfu'


12. Ubahlah menjadi majhul:

حَفِظَ زَيْدٌ القُرْآنَ.

A. حُفِظَ القُرْآنُ.
B. حَفِظَ القُرْآنَ.
C. حُفِظَ زَيْدٌ القُرْآنَ.
D. يَحْفَظُ القُرْآنُ.


13. Ubahlah menjadi majhul:

يَقْرَأُ الطَّالِبُ الكِتَابَ.

A. يَقْرَأُ الكِتَابُ.
B. يُقْرَأُ الكِتَابُ.
C. قُرِئَ الكِتَابُ.
D. يُقْرِئُ الكِتَابَ.


14. Pada kalimat كُتِبَ الدَّرْسُ, kata الدَّرْسُ berkedudukan sebagai ....

A. فَاعِلٌ
B. مَفْعُولٌ بِهِ
C. نَائِبُ فَاعِلٍ
D. مُضَافٌ إِلَيْهِ


15. Pasangan perubahan yang benar adalah ....

A. كَتَبَ ← كُتِبَ
B. كَتَبَ ← يَكْتُبُ
C. يَكْتُبُ ← كُتِبَ
D. فَتَحَ ← يَفْتَحُ

🔑 Tampilkan Kunci Jawaban

1. A   |   2. B   |   3. B   |   4. C   |   5. B
6. B   |   7. A   |   8. C   |   9. B   |   10. C
11. D   |   12. A   |   13. B   |   14. C   |   15. A

📌 Ringkasan Kaidah BAB 2

مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُومِ: pelakunya disebutkan dalam kalimat.

كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ.

مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ: fa'il tidak disebutkan dan maf'ul bih dapat menggantikan kedudukannya menjadi نَائِبُ الفَاعِلِ.

كُتِبَ الدَّرْسُ.

فَعَلَ ← فُعِلَ
يَفْعَلُ ← يُفْعَلُ

نَائِبُ الفَاعِلِ مَرْفُوعٌ

Kaidah Bahasa Arab MA Kelas XII — Fikri Almabrur

Komentar