7 Maqam Tilawah Al-Qur'an: Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rast, Sikah, dan Jiharkah
Seni membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dikenal dalam tradisi tilawah dengan pembahasan nagham atau maqamat tilawah Al-Qur'an. Melalui maqam, seorang qari dapat mengembangkan variasi melodi bacaan sehingga tilawah terdengar indah, khusyuk, dan sesuai dengan karakter ayat yang dibaca.
Di Indonesia, tujuh maqam yang paling populer dalam pembelajaran seni tilawatil Qur'an adalah Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rast, Sikah, dan Jiharkah.
Namun, penggunaan maqam tidak boleh mengalahkan ketepatan bacaan. Tajwid, makhraj huruf, panjang-pendek bacaan, dan ketepatan lafaz tetap menjadi perhatian utama.
Apa Itu Nagham atau Maqam dalam Tilawah Al-Qur'an?
Dalam pembelajaran seni baca Al-Qur'an, istilah nagham sering digunakan untuk menyebut pola atau irama yang membantu qari memperindah lantunan bacaan.
Istilah maqam juga digunakan untuk menyebut pola melodis tertentu. Karena itu, kita sering menemukan istilah seperti Maqam Bayyati, Maqam Hijaz, Maqam Nahawand, dan sebagainya.
Maqam bukan pengganti ilmu tajwid. Seorang pembaca Al-Qur'an tetap harus menjaga makhraj, sifat huruf, mad, waqaf-ibtida', serta ketentuan bacaan lainnya.
Dasar Memperindah Suara ketika Membaca Al-Qur'an
Memperindah suara dalam membaca Al-Qur'an memiliki dasar dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ. Dari al-Bara' bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ“Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian.”HR. Abu Dawud, al-Nasa'i, Ibn Majah, dan Ahmad.
Hadis tersebut menunjukkan anjuran memperindah suara ketika membaca Al-Qur'an. Akan tetapi, keindahan suara hendaknya tetap mendukung kekhusyukan dan pemahaman, bukan membuat bacaan keluar dari kaidah tilawah yang benar.
7 Maqam Utama dalam Seni Tilawah Al-Qur'an
Dalam tradisi pembelajaran tilawah yang populer di Indonesia, terdapat tujuh maqam yang sering diperkenalkan kepada qari dan pelajar. Berikut gambaran umumnya.
1. Maqam Bayyati
Bayyati merupakan salah satu maqam yang sangat populer dalam seni tilawah Al-Qur'an. Dalam praktik tilawah di Indonesia, Bayyati sering digunakan pada bagian awal bacaan dan dapat digunakan kembali pada bagian penutup.
Karakter melodinya relatif mudah dikenali sehingga maqam ini sering menjadi salah satu materi awal bagi pelajar seni tilawah.
2. Maqam Shoba (Saba)
Shoba atau Saba mempunyai karakter melodi yang khas dan ekspresif. Dalam praktik seni tilawah, maqam ini sering digunakan untuk menghadirkan nuansa bacaan yang lebih menyentuh.
Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan suara qari dan tidak boleh menyebabkan perubahan ketepatan lafaz.
3. Maqam Hijaz
Hijaz merupakan maqam yang mempunyai warna melodi yang kuat dan mudah dikenali. Maqam ini banyak dijumpai dalam tradisi lantunan keagamaan di dunia Islam.
Dalam seni tilawah, Hijaz dapat digunakan untuk memberikan variasi dan karakter yang berbeda dari maqam sebelumnya.
4. Maqam Nahawand
Nahawand mempunyai pola melodi yang memungkinkan seorang qari membangun bacaan secara ekspresif, baik pada nada yang lebih tenang maupun ketika melakukan pengembangan suara.
Nahawand termasuk maqam yang populer dipelajari dalam latihan tilawatil Qur'an.
5. Maqam Rast
Rast merupakan salah satu maqam penting dalam seni tilawah. Dalam berbagai tradisi maqamat, Rast dikenal memiliki karakter yang kuat dan stabil.
Dalam praktik tilawah, pengembangan Rast dapat memiliki variasi tersendiri sesuai tradisi dan metode guru yang mengajarkannya.
6. Maqam Sikah
Sikah memiliki karakter melodi yang berbeda dari Bayyati, Hijaz, maupun Nahawand. Perbedaan tersebut memberikan variasi ketika seorang qari berpindah dari satu maqam menuju maqam lain dalam rangkaian tilawah.
7. Maqam Jiharkah
Jiharkah juga termasuk dalam tujuh maqam yang populer dalam pembelajaran seni tilawah Al-Qur'an di Indonesia.
Seperti maqam lainnya, Jiharkah mempunyai pola dan karakter melodi yang perlu dipelajari melalui contoh bacaan dan bimbingan guru tilawah agar dapat dipraktikkan dengan tepat.
Ringkasan 7 Maqam Tilawah Al-Qur'an
| No. | Maqam | Gambaran Umum |
|---|---|---|
| 1 | Bayyati | Populer digunakan sebagai pembuka dan dapat digunakan sebagai penutup. |
| 2 | Shoba / Saba | Memiliki karakter ekspresif dan menyentuh. |
| 3 | Hijaz | Memiliki warna melodi yang kuat dan khas. |
| 4 | Nahawand | Fleksibel untuk pengembangan bacaan yang ekspresif. |
| 5 | Rast | Mempunyai karakter melodi yang kuat dan stabil. |
| 6 | Sikah | Memberikan warna dan variasi tersendiri dalam rangkaian tilawah. |
| 7 | Jiharkah | Salah satu maqam yang populer dalam pembelajaran tilawah di Indonesia. |
Mengapa Ada Sumber yang Menyebut 8 Nagham?
Pembaca mungkin menemukan materi lama yang menyebut delapan nagham. Salah satu susunan yang pernah digunakan dalam pembelajaran di Indonesia menambahkan Banjaka atau Rakbi setelah tujuh maqam di atas.
Namun, dalam materi tersebut Banjaka/Rakbi sendiri dijelaskan lebih berkaitan dengan bacaan tartil dan qasidah serta sangat jarang digunakan dalam tilawatil Qur'an. Karena itu, tidak mengherankan apabila materi pembelajaran lain lebih sering memperkenalkan tujuh maqam utama.
Perbedaan jumlah ini juga menunjukkan bahwa istilah, klasifikasi, variasi, dan cabang maqam dapat berbeda menurut tradisi atau metode pengajaran. Karena itu, sebaiknya tidak menganggap satu daftar sebagai satu-satunya klasifikasi yang berlaku secara mutlak.
Tingkatan Suara dalam Latihan Tilawah
Dalam pembelajaran tilawah di Indonesia, pelajar juga dapat menemukan istilah tingkatan suara seperti:
- Qarar — wilayah suara yang lebih rendah;
- Jawab — pengembangan menuju wilayah suara yang lebih tinggi;
- Jawabul Jawab — pengembangan pada wilayah suara yang lebih tinggi lagi.
Istilah dan penerapannya sebaiknya dipelajari langsung melalui latihan bersama guru atau pembimbing tilawah karena kemampuan dan jangkauan suara setiap orang berbeda.
Maqam Tidak Boleh Mengalahkan Tajwid
Hal terpenting ketika mempelajari nagham adalah memahami bahwa keindahan suara tidak boleh mengorbankan ketepatan bacaan Al-Qur'an.
Seorang qari tidak semestinya memanjangkan bacaan yang seharusnya pendek, memendekkan bacaan yang semestinya panjang, mengubah harakat, mengganggu makhraj huruf, atau melakukan perubahan lain hanya demi mengejar melodi.
Karena itu, bagi pemula urutan belajar yang lebih aman adalah memperbaiki bacaan dan tajwid terlebih dahulu, kemudian mengembangkan keindahan suara dan maqam secara bertahap di bawah bimbingan guru.
Bagaimana Cara Belajar Maqam Tilawah?
Belajar maqam tidak cukup hanya dengan menghafal nama Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rast, Sikah, dan Jiharkah. Pola melodinya perlu didengar, ditirukan, dan dilatih berulang kali.
- Perbaiki makhraj dan tajwid terlebih dahulu.
- Kenali karakter satu maqam sebelum berpindah ke maqam lain.
- Dengarkan contoh bacaan qari yang baik.
- Tirukan pola secara perlahan sesuai kemampuan suara.
- Latih pernapasan dan kestabilan nada.
- Mintalah koreksi dari guru atau pembimbing tilawah.
Tidak perlu memaksakan nada yang terlalu tinggi. Kejelasan lafaz, ketepatan tajwid, kekhusyukan, dan kemampuan menyampaikan makna ayat lebih penting daripada sekadar menunjukkan kemampuan vokal.
Perbedaan Tajwid dan Nagham
| Aspek | Tajwid | Nagham / Maqam |
|---|---|---|
| Fokus | Ketepatan membaca huruf dan hukum bacaan. | Keindahan dan pengembangan melodi bacaan. |
| Materi | Makhraj, sifat huruf, mad, nun sukun, mim sukun, waqaf, dan lainnya. | Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rast, Sikah, Jiharkah, dan variasinya. |
| Prioritas | Menjaga ketepatan bacaan Al-Qur'an. | Memperindah bacaan tanpa merusak ketepatannya. |
Kesimpulan
Nagham atau maqam merupakan bagian dari seni tilawah yang membantu qari memperindah lantunan Al-Qur'an. Dalam pembelajaran tilawah di Indonesia, tujuh maqam yang populer adalah Bayyati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rast, Sikah, dan Jiharkah.
Beberapa tradisi pembelajaran mempunyai istilah, cabang, variasi, atau jumlah maqam yang berbeda. Karena itu, klasifikasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi pembelajaran seni tilawah, bukan sebagai ketentuan tajwid yang bersifat mutlak.
Yang paling penting, keindahan suara harus berjalan bersama ketepatan bacaan. Maqam membantu memperindah tilawah, sedangkan tajwid menjaga agar bacaan tetap benar.
Referensi dan Catatan Sumber
- Hadis al-Bara' bin ‘Azib tentang memperindah bacaan Al-Qur'an: HR. Abu Dawud no. 1468, al-Nasa'i, Ibn Majah no. 1342, dan Ahmad.
- Materi seni tilawatil Qur'an mengenai maqam/nagham yang berkembang dalam pembelajaran tilawah di Indonesia.
- Artikel ini dikembangkan dari materi lama yang sebelumnya mencantumkan susunan nagham dari Ustadz Mochamad Ihsan Ufiq.
Catatan pembaruan: Artikel lama telah disusun ulang untuk memperjelas perbedaan antara tajwid dan seni maqam serta menghindari penyajian klasifikasi nagham sebagai ketentuan yang mutlak. Pembelajaran praktik maqam sebaiknya dilakukan bersama guru tilawah yang kompeten.
Komentar
Posting Komentar